Abdullah Mason Akui Peran Sudut Ring dalam Kemenangan Atas Albert Bell
Meski menang melalui penghentian wasit, Abdullah Mason (kiri) mengakui kemenangan tersebut tidak diraih dengan mudah. (Foto: Fight TV)
Abdullah Mason berhasil mempertahankan gelar juara dunia kelas ringan WBO setelah menghentikan Albert Bell pada ronde ke-12 dalam laga utama yang berlangsung di Wolstein Center, Cleveland, Amerika Serikat, Sabtu (4/7) waktu setempat.
Meski menang melalui penghentian wasit, Mason mengakui kemenangan tersebut tidak diraih dengan mudah.
Petinju berusia 22 tahun itu tampil kurang meyakinkan pada paruh pertama pertarungan.
Bell mampu memanfaatkan jangkauan tubuhnya yang mencapai sekitar 183 sentimeter untuk mengendalikan tempo laga sekaligus beberapa kali mendaratkan pukulan tangan kanan lurus yang membuat Mason kesulitan mengembangkan permainan.
Bell yang menerima pertarungan hanya 10 hari sebelum laga berlangsung menggantikan Joe Cordina sempat memberikan perlawanan sengit.
Cordina batal tampil setelah tidak memperoleh visa untuk memasuki Amerika Serikat karena tersangkut kasus hukum.
Meski demikian, Mason perlahan mulai membalikkan keadaan sejak ronde ketujuh.
Petinju kidal itu mulai menemukan celah dengan pukulan tangan kiri yang beberapa kali mengenai sasaran dan membuat Bell mengalami kesulitan bernapas melalui hidungnya.
Dominasi Abdullah Mason berlanjut pada ronde kedelapan dan kesembilan.
Ia terus menekan lawannya dengan kombinasi pukulan ke arah kepala dan tubuh hingga mampu mengubah jalannya pertandingan yang sebelumnya lebih banyak dikuasai Bell.
Menurut Mason, perubahan strategi tersebut tidak lepas dari arahan tim pelatih di sudut ring yang terus memberikan instruksi agar dirinya lebih sabar dalam membangun serangan.
"Saya bisa melakukan penyesuaian berkat bantuan tim di sudut ring. Mereka meminta saya membangun serangan terlebih dahulu, tidak hanya melepaskan satu pukulan atau terlalu memaksakan pukulan keras. Saya harus menghancurkan pertahanannya sedikit demi sedikit sebelum memanfaatkan peluang yang saya lihat," kata Abdullah Mason.
Memasuki dua ronde terakhir, tempo pertarungan sedikit menurun. Namun Bell tidak lagi mampu mengulang dominasi yang sempat ia tunjukkan pada awal laga.
Mason kemudian mendapat informasi dari timnya bahwa pertandingan masih bisa dimenangkan oleh kedua petinju sehingga ia memutuskan tampil lebih agresif pada ronde ke-12.
Hasilnya langsung terlihat. Hanya lima detik setelah ronde terakhir dimulai, Mason menjatuhkan Bell melalui kombinasi dua pukulan tangan kiri. Ia terus menekan hingga kembali merobohkan lawannya dengan pukulan kiri lainnya.
Melihat kondisi Bell yang sudah tidak mampu memberikan perlawanan berarti, wasit Mark Nelson langsung menghentikan pertandingan tanpa memberikan hitungan.
"Saya melihat dia sudah terluka. Saya harus memanfaatkan momen itu. Dia tidak akan bisa keluar dari tekanan tersebut, jadi saya harus memastikan pertarungan selesai saat itu juga," ujar Abdullah Mason.
Meski akhirnya menang melalui TKO, Mason sebenarnya sudah unggul dalam penilaian juri sebelum ronde terakhir dimulai.
Ketiga juri memberikan keunggulan untuk sang juara bertahan dengan skor 107-102, 107-102, dan 106-103, sehingga kemenangan angka sebenarnya sudah berada dalam genggamannya apabila pertarungan berlangsung hingga ronde ke-12 berakhir.
Artikel Tag: Joe Cordina