Agit Kabayel Protes Usyk, Merasa Diabaikan dalam Perebutan Gelar
Agit Kabayel
Berita Tinju : Agit Kabayel menyampaikan kekecewaannya setelah namanya tidak masuk dalam rencana tiga pertarungan terakhir Oleksandr Usyk sebelum pensiun. Padahal, petinju asal Jerman tersebut saat ini memegang status juara interim sekaligus penantang wajib untuk gelar WBC kelas berat.
Dalam wawancara terbaru, Usyk mengungkapkan skenario ideal yang ingin ia jalani sebelum mengakhiri karier profesionalnya. Petinju asal Ukraina itu berencana menghadapi juara kickboxing Rico Verhoeven pada Mei mendatang, kemudian menantang pemenang duel Fabio Wardley melawan Daniel Dubois, dan menutup kariernya dengan trilogi melawan Tyson Fury.
Dari tiga pertarungan tersebut, hanya duel melawan Verhoeven yang sudah dipastikan. Laga itu bahkan akan mempertaruhkan gelar WBC kelas berat milik Usyk, keputusan yang sempat menimbulkan kontroversi karena Verhoeven bukan petinju yang aktif di peringkat tinju profesional.
Sementara dua pertarungan lain masih berada dalam tahap rencana dan memerlukan negosiasi lebih lanjut. Namun yang membuat Kabayel kecewa adalah tidak adanya penyebutan dirinya sebagai penantang wajib dalam daftar tersebut.
Melalui unggahan di media sosial, Agit Kabayel menegaskan bahwa ia tidak bisa lagi menerima situasi di mana kesempatan perebutan gelar dunia terus diabaikan.
“Orang tua saya selalu mengajarkan untuk tetap rendah hati dan menghormati orang lain. Tetapi saya tidak bisa terus menerima jika diabaikan seperti ini. Saya pantas mendapatkan kesempatan perebutan gelar,” tulis Kabayel.
Dalam wawancara lain, ia bahkan menyebut rencana Usyk tersebut menunjukkan bahwa sang juara lebih memprioritaskan nilai komersial dibanding kewajiban olahraga.
“Saya selalu menghormati Usyk atas prestasinya di ring. Saya pernah mengatakan bahwa dia adalah petinju yang tidak takut menghadapi tantangan dan menepati janjinya. Tetapi sekarang saya melihat bahwa yang dia pikirkan hanya uang, hal lainnya seolah tidak penting,” ujar Kabayel.
Ia juga mempertanyakan mengapa Usyk tidak menyebut penantang nomor satu dalam rencananya. Menurutnya, lebih aneh lagi karena Usyk justru mempertimbangkan menghadapi Dubois atau Fury lagi, padahal keduanya sudah pernah ia kalahkan dua kali.
Kabayel sendiri dianggap layak mendapat kesempatan perebutan gelar dunia setelah mencatat sejumlah kemenangan penting. Ia berhasil mengalahkan Arslanbek Makhmudov, Frank Sanchez, serta Zhilei Zhang untuk merebut sabuk interim WBC.
WBC sebelumnya memang telah memerintahkan Usyk untuk menghadapi Agit Kabayel setelah pertarungan melawan Verhoeven. Namun jika rencana Usyk tetap berjalan, ada kemungkinan ia memilih melepas sabuk WBC atau mencoba melobi agar pertarungan perebutan gelar tak terbantahkan melawan pemenang Wardley melawan Dubois mendapat prioritas.
Situasi tersebut juga berpotensi membuat Usyk kehilangan sabuk lainnya. Hingga kini IBF dan WBA belum memberikan keputusan mengenai status gelar mereka dalam duel melawan Verhoeven. Kedua organisasi tersebut bisa saja mengambil langkah berbeda dengan mencabut sabuk Usyk jika aturan mereka tidak terpenuhi.
Artikel Tag: WBC, oleksandr usyk, Heavyweight, Agit Kabayel