Alasan Alexandra Eala Tak Jadi Pembawa Bendera Filipina Di Asian Games
Alexandra Eala [image: USTA]
Berita Tenis: Asian Games memiliki arti yang sangat penting bagi para atlet di seluruh benua, tidak terkecuali bagi petenis yang tengah naik daun, Alexandra Eala.
Asia senantiasa memiliki banyak atlet papan atas yang berambisi membuktikan kemampuan mereka di panggung besar serta mewakili negara masing-masing di hadapan banyak penggemar. Salah satu sosok utama dalam ajang Asian Games mendatang adalah petenis berkebangsaan Filipina yang kariernya melesat pesat selama satu musim terakhir.
Juara Washington Open musim 2026 akan mewakili Filipina di Asian Games yang siap digelar di Jepang, tetapi atlet berusia 21 tahun tidak akan menjadi salah satu pembawa bendera nasional pada upacara pembukaan.
Petenis berusia 21 tahun sempat dipertimbangkan untuk peran tersebut mengingat ia pernah mendapat kehormatan serupa di ajang SEA Games tahun lalu. Akan tetapi, jadwal tenisnya yang sangat padat mengubah situasi tersebut.
Presiden Komite Olimpiade Filipina, Abraham “Bambol” Tolentino, mengonfirmasi bahwa Eala sempat menjadi salah satu kandidat sebelum ayahnya, Mike, meminta pihak penyelenggara untuk memilih orang lain.
“Alex sempat dipertimbangkan sebagai pembawa bendera, namun ayahnya meminta kami untuk mencari sosok lain,” ujar Tolentino.
Ia juga menjelaskan bahwa pihak penyelenggara mempertimbangkan atlet yang tidak memiliki jadwal pertandingan segera setelah upacara tersebut. Pada akhirnya, petinju, Aira Villegas dan atlet angkat besi, Albert Ian delos Santos terpilih untuk membawa bendera Filipina.
Villegas meraih medali perunggu Olimpiade tahun 2024 di Paris, sementara Delos Santos baru-baru ini memenangkan tiga medali emas pada Kejuaraan Angkat Besi Remaja dan Junior Asia. Oleh karena itu, keduanya menjadi pilihan yang mudah untuk dipertimbangkan oleh delegasi Filipina setelah petenis berkebangsaan Filipina tidak lagi tersedia untuk peran dalam upacara pembukaan tersebut.
Bagi petenis berkebangsaan Filipina, alasannya terutama berkaitan dengan jadwal pertandingannya. Petenis peringkat 18 dunia dijadwalkan tampil di Singapore Tennis Open sebelum melanjutkan kiprahnya ke kompetisi tenis Asian Games di Nagoya.
Ia telah menegaskan bahwa mewakili Filipina merupakan hal yang cukup penting baginya untuk menyempatkan diri berpartisipasi dalam Asian Games di tengah jadwalnya yang sudah padat.
"Saya senang bermain dan bertanding bersama tim Filipina. Asian Games berlangsung empat tahun sekali,” tutur Eala.
Atlet berusia 21 tahun memiliki kenangan manis saat membela negaranya. Ia meraih dua medali perunggu di Asian Games sebelumnya yang diselenggarakan di Hangzhou pada tahun 2023, masing-masing di nomor tunggal putri dan ganda campuran.
Desember lalu, ia juga memenangkan medali emas nomor tunggal putri di ajang SEA Games yang digelar di Thailand.
Sebelum bertolak ke Jepang, ia akan memiliki kesempatan lain untuk mengumpulkan poin di Singapura. Lokasi turnamen tersebut terbilang cukup dekat dengan kampung halamannya, sebuah faktor yang menurutnya membuat ajang tersebut terasa istimewa baginya.
"Singapura memiliki tempat yang sangat istimewa di hati saya," tutur Eala saat partisipasinya diumumkan.
Ia juga mengungkapkan antusiasmenya untuk kembali berlaga di turnamen tersebut.
Artikel Tag: Asian Games, Alexandra Eala