Alex De Minaur Akui Bermain Di Luar Zona Nyamannya
Alex De Minaur [image: getty images]
Berita Tenis: Merasa kecewa dan patah semangat, ke mana petenis tuan rumah, Alex De Minaur dapat berpaling setelah menelan kekalahan menyakitkan lain dari Carlos Alcaraz di Australian Open 2026?
Petenis unggulan keenam memasuki lapangan untuk menghadapi petenis peringkat 1 dunia, Alcaraz di perempatfinal Australian Open dan ia baru kehilangan satu set saja dalam perjalanan menuju perempatfinal.
Juara di Washington musim 2025 tampak meyakinkan usai memetik kemenangan tiga set langsung atas Frances Tiafoe dan Alexander Bublik. Beberapa pihak cukup meyakini bahwa petenis tuan rumah mungkin akhirnya bisa membuat Alcaraz kewalahan dan mampu memecah kebuntuan dari kedudukan 0-5 pada head to head mereka.
Untuk sesaat, keyakinan tersebut terasa beralasan. Petenis tuan rumah mampu menandingi intensitas Alcaraz di awal pertandingan dan tetap kompetitif di sepanjang set pertama yang berkualitas tinggi, membangkitkan semangat penonton di Rod Laver Arena. Tetapi, begitu petenis unggulan pertama unggul, pertandingan dengan cepat berbalik arah seperti biasa.
Juara US Open musim 2025 melaju kencang untuk mengamankan kemenangan 7-5, 6-2, 6-1 di perempatfinal Australian Open yang berlangsung selama 2 jam 15 menit, sekali lagi memperlihatkan kesenjangan yang masih berusaha ditutup petenis unggulan keenam melawan petenis-petenis terbaik.
Hasil tersebut membuat petenis nomor 1 Australia memiliki lebih banyak pertanyaan daripada jawaban, bukan tentang usaha atau niat, tetapi tentang eksekusi di level tertinggi.
“Dari segi mentalitas atau cara saya memukul bola, itu sesuai dengan yang saya rencanakan. Hanya saja saya tidak bisa mengeksekusinya dengan baik. Saya tidak benar-benar mengeksekusinya di sepanjang pertandingan,” aku De Minaur tentang penampilannya.
“Ada beberapa bagian yang bagus, tetapi secara keseluruhan, saya bermain di luar zona nyaman saya dan terkadang di luar kemampuan saya. Tentu saja, agar saya bisa melangkah ke level selanjutnya, saya harus merasa nyaman bermain seperti itu di sepanjang pertandingan dan itulah yang dibutuhkan untuk mencapai level berikutnya, terutama melawan petenis-petenis seperti ini.”
Ia kini telah tersingkir di perempatfinal Grand Slam sebanyak tujuh kali, dengan kalah enam kali dan mundur sekali karena cedera. Meskipun ia percaya bahwa ia semakin mendekati level puncaknya, mempertahankan performa tersebut di sepanjang pertandingan melawan petenis-petenis terbaik tetap menjadi tantangan.
”Anda hanya perlu terus berlatih, terus berusaha, terus mencapai tahap komitmen dan bermain di level itu lebih sering,” lanjut De Minaur tentang bagaimana ia akan membuat terobosan selanjutnya.
“Kemudian beberapa penyesuaian di sana-sini yang akan memungkinkan saya untuk meningkatkan kecepatan bola, karena saat ini pukulan dasar alami saya cukup datar dan itu cukup sulit bagi saya.
“Ada banyak risiko bagi saya untuk bermain dengan kecepatan bola yang sangat tinggi dan saya merasa seperti Jannik atau Carlos, mereka memiliki begitu banyak putaran pada bola sehingga mereka tidak hanya mampu bermain dengan kecepatan lebih tinggi tetapi juga memiliki konsistensi, karena mereka mampu mendapatkan putaran yang membantu bola turun dan menciptakan sudut yang berbeda juga.”
Ia telah membuat kemajuan signifikan dalam beberapa musim terakhir. Petenis yang telah memenangkan 10 gelar turnamen ATP, berkompetisi di peringkat tertinggi dalam kariernya sampai saat ini, peringkat 6 dunia dan telah lolos ke ATP Finals dalam dua musim terakhir. Tetapi, ia belum mampu memberikan kesan yang berarti melawan Alcaraz atau Jannik Sinner, setelah ia kalah dalam semua 19 pertandingan yang diperebutkan antara keduanya, yang menjadi sumber frustrasi yang semakin meningkat.
“Anda mencoba melakukan hal yang benar, anda mencoba untuk terus meningkatkan diri, tetapi ketika hasilnya tidak sesuai harapan atau skor akhir tidak mencerminkan peningkatan tersebut, maka tentu saja anda merasa sangat kecewa,” tukas De Minaur.
Artikel Tag: Australian Open 2026, Alex de Minaur, Carlos Alcaraz