☰
Kanal
✕

Alexander Zverev Jelaskan Apa Arti Jadi Petenis Peringkat 1 Dunia

Penulis: Dian Megane
28 Okt 2026, 14:35 WIB

Alexander Zverev [image: AFP]

Berita Tenis: Dalam sejarah Open Era, hanya ada 29 petenis putra yang pernah menduduki peringkat 1 dunia. Kini, Alexander Zverev ditakdirkan untuk menjadi petenis ke-30 yang meraih posisi tersebut.

Menyusul keputusan petenis berkebangsaan Italia, Jannik Sinner untuk mengakhiri musim 2026 lebih awal serta absennya petenis berkebangsaan Spanyol, Carlos Alcaraz dari dunia tenis selama lima bulan, petenis berkebangsaan Jerman berhasil memanfaatkan kekosongan kekuasaan tersebut sepenuhnya.

Peraih medali emas Olimpiade di Tokyo tahun 2021 telah memenangkan dua gelar Grand Slam dan mencapai final Grand Slam lainnya, sebuah pencapaian yang menyoroti konsistensi luar biasanya di tengah musim yang berat bagi para rival terberatnya.

Namun, tidak semua orang yakin dengan keberhasilannya mencapai puncak olahraga ini.

Daniil Medvedev telah mengungkapkan pendapatnya mengenai apakah petenis berkebangsaan Jerman layak menjadi petenis peringkat 1 dunia, sementara Alcaraz menegaskan bahwa ia turut senang untuk petenis berkebangsaan Jerman dan menganggap pencapaian tersebut ‘sangat layak didapatkan’.

Dalam perbincangan dengan Tennis TV, petenis berusia 28 tahun kini menyampaikan pandangannya terkait gelar yang kelak akan ia sandang tersebut.

Pertama-tama, ia berbicara mengenai Vienna Open, turnamen di mana ia mengawalinya dengan penuh perjuangan untuk menundukkan petenis berkebangsaan Spanyol, Martin Landaluce. Musim lalu, ia kalah di final dari Sinner dengan tiga set yang dramatis. Musim ini, ia berharap bisa meraih hasil yang lebih baik.

Saat ditanya apakah kembali ke negara berbahasa Jerman seperti Austria dapat menyegarkan kondisinya setelah musim yang begitu panjang, Zverev berkelakar, “Ya, kalau saya tidak perlu berbicara dengan anda semua, mungkin saja! [tertawa].”

“Bermain tenis di sini sangat menyenangkan karena ini adalah wilayah yang menggunakan bahasa Jerman. Saya senang sekali bermain di wilayah-wilayah berbahasa Jerman. Menurut saya, para penggemar selalu memberikan dukungan yang luar biasa saat saya bertanding. Jadi, saya menikmatinya, suasana di dalam stadion selalu sangat bagus, dan saya juga menyukai kotanya. Saya harap pekan ini akan menjadi pekan yang menyenangkan.”

Kemudian, saat membahas peringkat 1 dunia — serta apakah ada momen tertentu ketika ia merasa ambisi tersebut mulai bisa diwujudkan — Zverev menambahkan, “Entahlah. Bukan berarti saya memikirkannya seperti itu. Lebih tepatnya, saat anda menyaksikan final Australian Open atau French Open, anda akan berpikir, ‘Oke, saya ingin berada di sana, saya ingin bermain di turnamen itu, dan saya ingin memenangkan trofi-trofi tersebut.’

“Hal itu muncul sejak cukup dini karena saya selalu bepergian bersama kakak saya ke turnamen-turnamen besar. Saat itu saya berpikir, ‘Suatu hari nanti saya ingin bermain di sini, saya ingin menang, dan saya ingin merasa bahwa saya adalah salah satu petenis terbaik di dunia.’”

“Menurut saya, menjadi nomor satu adalah sebuah kehormatan yang luar biasa karena itu berarti anda tidak sekadar memenangkan satu turnamen saja. Itu berarti anda telah menampilkan permainan tenis terbaik secara konsisten di tingkat dunia sepanjang musim, siapa pun yang mampu menjalani musim terbaik di dunia selama satu musim penuh.”

“Dan menurut saya, itu adalah salah satu pencapaian paling istimewa yang bisa diraih dalam olahraga kita.”

Zverev hanya perlu memenangkan dua pertandingan di Vienna Open untuk mengukuhkan dirinya sebagai petenis peringkat 1 dunia yang baru.

Artikel Tag: alexander zverev, Vienna Open

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru