Kanal

Alexander Zverev Tolak Tukar Medali Emas Olimpiade Dengan Gelar Grand Slam

Penulis: Dian Megane
05 Jun 2026, 21:11 WIB

Alexander Zverev [image: getty images]

Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Jerman, Alexander Zverev hanya membutuhkan dua kemenangan lagi untuk meraih tujuan terbesar dalam karier profesionalnya di French Open, Roland Garros.

Namun, petenis peringkat 3 dunia menegaskan bahwa bahkan gelar Grand Slam pun tidak akan melampaui arti penting medali emas Olimpiade yang telah diraihnya.

Pemain berusia 29 tahun pekan ini mencapai semifinal French Open dan menghadapi petenis berkebangsaan Ceko, Jakub Mensik demi memperebutkan satu tempat di final Grand Slam keempat dalam kariernya sekaligus kali kedua di Roland Garros dalam tiga musim terakhir.

Sampai saat ini, ia masih mengejar gelar Grand Slam pertama dalam kariernya melawan petenis dengan peringkat lebih rendah. Tetapi, terlepas dari keinginannya untuk meraih kesuksesan di Grand Slam, ia menegaskan bahwa pencapaian terbesarnya tetaplah medali emas yang diraihnya di Tokyo tahun 2021.

Tidak seperti Grand Slam yang berlangsung setiap musim, ajang multiolahraga tersebut hanya menawarkan kesempatan kepada para atlet setiap empat tahun sekali. Kelangkaan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa ia sangat menghargai pencapaian bersejarah tersebut.

Petenis kelahiran Hamburg menjadi juara di Tokyo setelah menampilkan performa luar biasa yang mencakup kemenangan menakjubkan atas petenis berkebangsaan Serbia, Novak Djokovic di semifinal.

Djokovic unggul 6-1, 3-2 sebelum petenis berkebangsaan Jerman meningkatkan performa dan merebut sepuluh dari 11 game terakhir demi melaju ke final. Di sana, ia mengalahkan Karen Khachanov untuk menjadi juara Olimpiade bagi Jerman.

Kemenangan tersebut menjadikannya peraih medali emas tunggal Olimpiade pertama, mengukir namanya dalam sejarah olahraga negaranya. Bagi sang petenis, mewakili negaranya di panggung internasional terbesar memiliki makna yang melampaui kesuksesan individu.

Namun, itu tidak berarti petenis berkebangsaan Jerman puas dengan koleksi trofinya saat ini. Setelah mencapai beberapa final dan semifinal di sepanjang kariernya sampai saat ini, ia tetap bertekad untuk menambahkan gelar-gelar terbesar ke dalam catatan prestasinya.

French Open menghadirkan kesempatan lain untuk mencapai terobosan yang telah lama dinantikan. Tanpa Carlos Alcaraz, Jannik Sinner, dan Novak Djokovic dalam undian, ini adalah peluang besar untuk akhirnya bergabung dengan para legenda tenis.

Koleksi Zverev mencakup gelar ATP Finals, gelar Masters, dan medali emas Olimpiade. Tetapi, absennya gelar Grand Slam tetap menjadi satu-satunya kekurangan yang mencolok dalam kariernya yang luar biasa. Saat ia bersiap untuk final French Open, ia sepenuhnya menyadari apa yang dipertaruhkan. Gelar juara tersebut tidak diragukan lagi akan menjadi salah satu momen terhebat dalam kariernya.

Namun, petenis asal Hamburg menegaskan bahwa tidak ada yang bisa menggantikan perasaan berdiri di puncak podium Olimpiade dengan medali emas di lehernya.

Baginya, kejayaan di Grand Slam tetaplah sebuah mimpi, tetapi medali emas Olimpiade adalah kenangan yang tidak akan pernah ia tukar dengan apa pun.

“Tentu saja tidak. Bagi saya, medali emas Olimpiade adalah hal tersulit untuk dimenangkan karena anda hanya mendapatkan satu kesempatan setiap empat tahun. Ini istimewa karena sangat sedikit orang yang telah mencapainya,” ungkap Zverev.

“Saya pikir anda melakukannya untuk negara anda dan untuk orang-orang anda di tanah air. Saya tidak akan menukar medali emas saya dengan apa pun di dunia, tetapi saya juga tidak keberatan menambahkan beberapa gelar Grand Slam ke rekor saya.”

Artikel Tag: Novak Djokovic, olimpiade, French Open, alexander zverev, Jakub Mensik

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru