Amorim Tekankan Pentingnya Penguasaan Bola Milan dalam Evaluasi Leao
Amorim Tekankan Pentingnya Penguasaan Bola Milan dalam Evaluasi Leao - sumber: (footballitalia)
Berita Liga Italia: AC Milan menunjukkan perkembangan positif dalam laga pramusim melawan Inter Milan yang berakhir imbang 1-1 di Optus Stadium, Perth, Australia, pada 5 Agustus 2026. Pelatih Rossoneri, Ruben Amorim, menyoroti perbaikan yang terlihat pada timnya, meskipun menekankan pentingnya penguasaan bola yang lebih baik dan perlakuan yang sama terhadap semua pemain, termasuk Rafael Leao.
AC Milan sempat tertinggal lebih dulu setelah Federico Dimarco mencetak gol untuk Inter. Kesulitan di lini belakang, khususnya oleh Pervis Estupinan, menjadi perhatian. Namun, penalti lunak yang dieksekusi oleh Christopher Nkunku setelah dilanggar Carlos Augusto, membawa Milan menyamakan kedudukan dalam Derby della Madonnina yang berlangsung di benua Australia ini.
Amorim menilai bahwa hasil imbang ini penting untuk moral tim, tetapi lebih penting lagi adalah peningkatan performa sebagai sebuah unit. "Kami memulai dengan baik, menekan tinggi, namun Inter yang berpengalaman segera memahami strategi kami. Kami mengalami kesulitan di akhir babak pertama dan awal babak kedua," ungkap Amorim kepada Sky Sport Italia. Dalam 20 menit terakhir, ketika Rafael Leao, Luka Modric, dan Goncalo Ramos masuk ke lapangan, peningkatan terlihat jelas.
Amorim juga menekankan upaya tim dalam menggerakkan bola dengan cepat dan membangun serangan dari belakang, tanpa mengambil risiko yang sama seperti saat melawan Celtic di Glasgow. "Pertandingan ini juga bagus untuk kebugaran, meskipun masih banyak yang bisa ditingkatkan," tambahnya.
Kombinasi apik antara Leao dan Goncalo Ramos menjadi sorotan, terutama di tengah spekulasi transfer yang melibatkan Leao. Amorim menegaskan bahwa semua pemain dinilai sama, termasuk Leao dan Nkunku. "Jika Anda bermain untuk Milan, itu adalah keberuntungan, dan tentunya harus dinikmati," ujarnya. Amorim juga mencatat bahwa tim ini membutuhkan lebih banyak penguasaan bola untuk mengurangi tekanan lawan, sebuah filosofi yang berbeda dari pendahulunya, Max Allegri.
Mengenang legenda Milan, Franco Baresi, yang baru saja berpulang, Amorim dan timnya menunjukkan penghormatan dengan mengadakan satu menit mengheningkan cipta sebelum pertandingan dimulai. "Dia adalah pemain dan pribadi yang istimewa. Kami akan merindukannya," tutup Amorim, menegaskan bahwa cara terbaik untuk menghormati Baresi adalah dengan bermain baik dan mengembalikan klub ke puncak kejayaannya.
Artikel Tag: Inter Milan, AC Milan, Franco Baresi, Luka Modric, Christopher Nkunku, Rafael Leao, Ruben Amorim, Goncalo Ramos