Analisis Gazzetta: Alasan Taktis Luka Modric Kesulitan di Skema Amorim
Luka Modric
Berita Liga Italia: Gazzetta dello Sport membedah alasan taktis di balik kesulitan gelandang veteran, Luka Modric tampil optimal dalam skema permainan Ruben Amorim.
Luka Modric gagal memberikan dampak positif bagi AC Milan dalam laga lawan Lazio. Sang legenda asal Kroasia tercatat kesulitan dalam distribusi umpan dan penguasaan bola, dua hal yang sebenarnya bukan ciri khasnya.
Menurut analisis Gazzetta dello Sport, penjelasan di balik kesulitan tersebut tidak berkaitan dengan teknik Modric, karena kualitasnya di sisi itu masih sangat tinggi, melainkan lebih terkait aspek taktik dan kondisi fisik.
Amorim menginginkan timnya bermain dengan gaya penuh risiko, banyak serangan dan serangan balik, sesuatu yang oleh media tersebut disebut menyerupai gaya sepak bola anak muda.
Modric bukannya tidak mampu, tapi ia juga tidak bisa melakukan sprint box-to-box selama 90 menit penuh, seperti yang sering dilakukannya saat masih di Madrid.
"Kami perlu benar-benar bagus dengan bola agar Luka merasa nyaman dalam permainan. Jika kami mengubah pertandingan menjadi pembalikan bola konstan dan lari-larian liar, itu bukan jenis permainan untuk Luka.” ujar Amorim.
“Itu sebabnya kami mengubah susunan di babak kedua dengan memasukkan Musah. Selain itu, saya rasa Luka turun terlalu dekat dengan bek tengah, sehingga hanya menyisakan empat pemain dan lebih sedikit pemain di antara lini."
Amorim jelas tidak takut membicarakan kesalahan bahkan mengkritik sang peraih Ballon d'Or, namun kesimpulannya juga logis. Dengan terlalu banyak berlari dalam laga yang tidak sepenuhnya dikendalikan Milan, pemain asal Kroasia tersebut tidak mungkin tampil di level terbaiknya.
Artikel Tag: AC Milan, Liga Italia, Luka Modric