Kanal

Analisis Taktik dan Keterampilan Harrison Armstrong, Gelandang Everton

Penulis: Hardy D
11 Sep 2026, 22:06 WIB

Analisis Taktik dan Keterampilan Harrison Armstrong, Gelandang Everton - sumber: (givemesport)

Berita Liga Inggris – Harrison Armstrong, gelandang tengah muda Everton, semakin menunjukkan dirinya sebagai permata Inggris di jantung tim asuhan David Moyes. Bergabung dengan klub sejak usia lima tahun, Armstrong menjadi bagian penting dari Everton sejak paruh kedua musim 2025/26.

Pengalaman pinjaman di Derby County dan Preston North End telah mempersiapkan Armstrong menghadapi kerasnya persaingan di Premier League. Tidak hanya bersinar saat dipinjamkan, Armstrong juga dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik Everton musim 2025/26 dan menjadi langganan di timnas Inggris U19.

Pelatih Everton, David Moyes, menyadari potensi besar yang dimiliki Armstrong. "Dia tidak terlihat kesulitan di Premier League, itu pujian tertinggi yang bisa saya berikan padanya," ungkap Moyes pada Januari 2026.

Gelandang tengah ini memiliki ketenangan dan stamina yang mengesankan, memungkinkan dirinya bermain sebagai gelandang box-to-box atau sebagai jangkar di lini tengah. Dengan tinggi 185 cm, Armstrong menjadi sosok yang tangguh dan mampu menghadapi tekanan dengan baik.

Kemampuan distribusi bola Armstrong terbilang solid, terutama dalam umpan-umpan pendek. Dia menjadi outlet yang efektif bagi rekan-rekannya, membantu Everton mempertahankan dan mendaur ulang penguasaan bola lebih baik.

Sejak menembus tim utama Everton, Armstrong telah meningkatkan daya serang tim dengan kepercayaan dirinya dalam maju membantu serangan. Namun, dia juga tidak segan melakukan tugas bertahan, seringkali melakukan intersepsi dan berduel dengan lawan.

Masih dalam proses belajar di Premier League, Armstrong perlu meningkatkan daya tahan fisiknya untuk konsistensi jangka panjang. Namun, pengalamannya di Championship memberikan fondasi yang kuat untuk kariernya di liga teratas.

Armstrong dikenal sebagai pemain serbaguna, mampu beradaptasi dalam formasi 4-3-3 maupun 4-2-3-1. Kolaborasi dengan James Garner dalam formasi double pivot memungkinkan Armstrong mendukung serangan tanpa mengorbankan stabilitas pertahanan.

Gaya bermain Armstrong yang transisional dan kemampuan fisiknya mengingatkan pada gelandang-gelandang elite Premier League, seperti Declan Rice dari Arsenal. Meskipun memiliki tubuh yang besar, Armstrong bukan hanya gelandang bertahan, tetapi juga suka maju dan mengembangkan permainan dengan umpan-umpan pendek.

Dewsbury-Hall, yang terkesan dengan penampilan Armstrong saat kemenangan Everton atas Crystal Palace, menyatakan, "Harrison baru 19 tahun, tetapi bermain jauh melampaui usianya. Dia memiliki semangat Everton yang saya suka."

Artikel Tag: Everton, David Moyes

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru