Kanal

Aaron Chia Tegaskan Tak Terpengaruh Aturan BWF Time Clock 25 Detik

Penulis: Yusuf Efendi
28 Jan 2026, 17:30 WIB

Aaron Chia-Soh Wooi Yik/[Foto:Thestar]

Berita Badminton : Pemain ganda andalan Aaron Chia tidak percaya aturan interval selama 25 detik yang baru diuji coba menimbulkan masalah baginya dan pasangannya, Soh Wooi Yik.

Aturan tersebut diujicobakan pada Indonesia Masters pekan lalu, menjadikan ajang Super 500 ini sebagai turnamen World Tour pertama yang menerapkan langkah tersebut, yang bertujuan untuk mengurangi pemborosan waktu dan mempersingkat durasi pertandingan.

Pasangan peringkat 2 dunia , Aaron-Wooi Yik, hanya memainkan satu pertandingan di bawah peraturan tersebut di Istora Senayan, kalah di babak pertama dari pasangan Denmark peringkat 25 dunia, Daniel Lundgaard-Mads Vestergaard.

Namun, itu sudah cukup bagi Aaron Chia untuk membentuk opininya tentang aturan baru tersebut, dan dia bersikeras bahwa aturan itu hanya berdampak kecil pada permainannya.

Para peraih medali perunggu Olimpiade terbiasa menjaga tempo cepat di lapangan untuk menghindari kehilangan momentum, kebiasaan yang menguntungkan mereka di bawah sistem baru ini.

"Bagi pemain yang tetap fokus dan bermain dengan kecepatan normal, itu bukan masalah. Bagi saya, itu tidak terlalu berpengaruh," kata Aaron Chia.

"Tentu saja, bagi pemain tertentu yang suka menunda antar reli, ini bisa menjadi kerugian."

"Karena kami kalah di babak pertama, kami belum sepenuhnya merasakan dampak dari aturan 25 detik. Tetapi seiring berjalannya waktu dan kami memainkan lebih banyak pertandingan di bawah aturan ini, kami akan mendapatkan lebih banyak pengalaman dan melihat bagaimana hasilnya."

Bintang Denmark, Anders Antonsen, adalah orang pertama yang secara terbuka menyuarakan ketidakpuasannya terhadap keputusan tersebut selama Malaysia Open tiga minggu lalu.

Setelah kemenangan sulit selama 59 menit di babak 16 besar melawan Victor Lai dari Kanada, pemain peringkat 3 dunia itu mengatakan bahwa akan sangat melelahkan secara fisik untuk mempertahankan performa tersebut jika aturan 25 detik diberlakukan.

Masih belum jelas apakah ketidaksukaan Antonsen terhadap keputusan tersebut memengaruhi penampilannya, tetapi petenis Denmark itu mengalami kekalahan mengejutkan dari pemain Taiwan peringkat 21 dunia, Chi Yu Jen, di babak yang sama di Jakarta.

Nomor tunggal putra kembali menyaksikan kejutan, dengan pemain Indonesia peringkat 18 dunia Alwi Farhan dan pemain.Thailand peringkat 43 dunia Panitchapon Teeraratsakul bertanding di final Super 500 untuk pertama kalinya.

Alwi Farhan meraih gelar juara dan naik ke peringkat tertinggi dalam kariernya di dunia, yaitu peringkat 14, sementara Panitchapon juga melesat ke peringkat 36 setelah penampilannya yang mengesankan.

Apakah selang waktu 25 detik itu secara diam-diam berada di balik kejutan-kejutan di Indonesia Masters?

Hanya waktu yang akan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang dampak dari peraturan yang kontroversial ini saat diterapkan di turnamen-turnamen tertentu.

Artikel Tag: Aaron Chia, Soh Wooi Yik, BWF World Tour

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru