Ambisi Sze Fei-Izzuddin Akhiri Penantian Medali Emas Asian Games Selama 20 Tahun
Goh Sze Fei-Nur Izzuddin Rumsani/[Foto:Thestar]
Mantan pasangan ganda putra peringkat 1 dunia, Goh Sze Fei dan Nur Izzuddin Rumsani, membidik target tinggi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang berlangsung dari 19 September hingga 4 Oktober, dengan tujuan utama meraih medali emas.
Namun, itu bukanlah tugas yang mudah karena Malaysia telah menunggu selama 20 tahun untuk meraih medali emas ganda putra di Asian Games sejak Koo Kien Keat-Tan Boon Heong terakhir kali memenangkan gelar tersebut pada edisi Doha 2006.
Meskipun menghadapi persaingan ketat yang diperkirakan akan terjadi di Jepang, Sze Fei-Izzuddin yakin mereka memiliki peluang bagus untuk mengakhiri penantian panjang itu.
Kedua pemain tersebut juga telah berlatih di bawah bimbingan mantan pemain peringkat 4 dunia, Fairuzizuan Tazari, selama sebulan terakhir sebagai persiapan menghadapi Olimpiade.
“Saya rasa kami memiliki peluang bagus. Akan ada banyak lawan kuat di Asian Games, tetapi kami telah menetapkan target tinggi dan tentu saja menginginkan medali emas,” kata Izzuddin.
Pemain bulu tangkis kelahiran Johor ini juga percaya bahwa target keseluruhan Malaysia untuk meraih enam medali emas di ajang tersebut adalah realistis, dengan bulu tangkis termasuk di antara cabang olahraga yang diharapkan dapat memberikan kontribusi.
“Setiap atlet pasti akan memberikan yang terbaik dan saya pikir enam medali emas adalah target yang realistis bagi Malaysia,” tambahnya.
Di antara para pemain dalam skuad Malaysia untuk Asian Games Aichi-Nagoya, Sze Fei-Izzuddin dipandang sebagai harapan terbaik negara untuk meraih medali.
Pasangan lainnya, Aaron Chia-Tee Kai Wun, memiliki waktu bermain bersama yang terbatas di kancah internasional, meskipun mereka sempat berpasangan di Final Piala Thomas di Horsens pada bulan April, mengalahkan pasangan Jepang Kakeru Kumagai-Hiroki Nishi di babak penyisihan grup.
Bagi Sze Fei / Izzuddin, Olimpiade ini juga akan menandai debut yang telah lama ditunggu-tunggu setelah mereka absen di edisi Hangzhou 2022, yang memberi mereka alasan lebih untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya.
Persiapan mereka juga mendapat dorongan karena kedua pemain telah pulih sepenuhnya setelah kembali dari China Masters.
Izzuddin sempat demam di Shenzhen, yang memaksa pasangan tersebut untuk mundur di game kedua pertandingan babak pertama mereka melawan pasangan Indonesia peringkat 30 dunia, Ali Faathir Rayhan-Devin Wahyudi.
“Sejauh ini, kami berdua dalam kondisi baik setelah kembali dari China Masters,” kata Sze Fei.
Artikel Tag: Nur Izzuddin Rumsani, Goh Sze Fei, Asian Games Aichi-Nagoya 2026