Kanal

Evaluasi Tour Eropa, Fajar/Fikri Akui Sangat Sulit Melawan Rekan Sendiri

Penulis: Yusuf Efendi
04 Apr 2026, 20:45 WIB

Fajar-Fikri-Raymond-Joaquin/[Foto:PBSI]

Jakarta - Pasangan ganda putra Indonesia peringkat 4 dunia, Fajar Alfian / Muhammad Shohibul Fikri mengevaluasi penampilannya di ajang Tour Eropa yang berlangsung bulan lalu.

Tampil di ajang bergengsi All England Open BWF World Tour Super 1000, perjalanan Fajar/Fikri harus terhenti di babak 16 besar saat menyerah dari musuh bebuyutannya yang juga juniornya di Pelatnas Cipayung, Raymond Indra / Nikolaus Joaquin.

Laga di All England menjadi kekalahan ketiga beruntun bagi Fajar/Fikri atas Raymond/Joaquin dengan head to head saat ini adalah 0-3 setelah sebelumnya kalah di final Australia Open 2025 dan perempat final Indonesia Masters 2026 lalu.

"Evaluasi Eropa, ya, banyak yang harus dievaluasi, terutama ketika berhadapan dengan teman sendiri yang tidak didampingi sama pelatih. Kadang-kadang juga kita sedikit blank, bagaimana kelemahan lawan," kata Fajar kepada wartawan saat ditemui di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu (1/4) pagi.

"Meskipun lawan juga sama, tapi itu kita rasakan sangat berbeda ketika ada pelatih dan tidak. Dan juga evaluasinya mungkin ketika menghadapi pasangan-pasangan yang muda, speed dan power yang luar biasa, kita harus bagaimana caranya bisa mengantisipasi itu semua dengan cepat," tambah pemain berusia 31 tahun itu.

Menempati unggulan kelima, Fajar Alfian / Muhammad Shohibul Fikri akan melakoni babak 32 besar ajang kontinental Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2026 menghadapi wakil asal Thailand, Pharanyu Kaosamaang / Tanadon Punpanich.

Jika lolos, laga berat harus dilalui Fajar / Fikri di babak 16 besar saat bertemu dengan pemenang pertandingan antara wakil asal Taiwan, Lee Fang Jen / Lee Fang Chih melawan Wan Arif Junaidi / Yap Roy King asal Malaysia.

Diharapkan melangkah lebih jauh, Fajar Alfian / Muhammad Shohibul Fikri kemungkinan besar akan bertemu dengan juara Asian Games asal India, Satwiksairaj Rankireddy / Chirag Shetty di babak perempat final.

Sementara pasangan muda Indonesia yang tengah naik daun, Raymond Indra / Nikolaus Joaquin tampil impresif dalam debut mereka di ajang bergengsi All England Open BWF World Tour Super 1000 beberapa waktu lalu di Birmingham City.

Joaquin mengakui bahwa karpet abu-abu menjadi keberuntungan mereka melaju hingga babak empat besar.

"Kalau abu-abu beda, ada aura tersendiri. Senang banget, sih, mencoba karpet abu-abu, jadi berharap tahun depan main lagi," katanya. "Cuma, memang selanjutnya itu kita harus lebih konsisten," tuturnya.

"Memang, kan, hasilnya nggak sesuai prediksi untuk orang-orang. Jadi itu jadi bahan evaluasi kita buat supaya selalu fokus di mana pun kita bertanding," Joaquin, menambahkan.

Namun sayang, penampilan impresif pasangan peringkat 14 dunia itu tak berlanjut di Swiss Open World Tour Super 300 dan Orleans Masters World Tour Super 300 pekan setelahnya.

"Tapi pas di Swiss sama Orléans mungkin fokus sudah turun, dan juga ada terganggung sama sakitnya Joaquin pada telapak (kapalan)," ungkapnya.

Raymond Indra / Nikolaus Joaquin mendapatkan undian yang cukup berat di babak 32 besar ajang kontinental Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2026 yang berlangsung pekan depan.

Raymond Indra / Nikolaus Joaquin yang saat ini menempati peringkat 13 dunia, akan mengawali Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2026 menghadapi pasangan peringkat 22 dunia asal Korea Selatan, Kang Min Hyuk / Seo Seung Jae di babak pertama.

Artikel Tag: Fajar Alfian, Muhammad Shohibul Fikri, Nikolaus Joaquin, Raymond Indra, Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2026

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru