Fajar/Rian dan Leo/Bagas Kalah, Tradisi Juara Ganda Putra Indonesia Hilang
Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto-Sabar Karyaman Gutama-Moh Reza Pahlevi Isfahani/[Foto:PBSI]
Berita Badminton : Raksasa bulu tangkis Indonesia mengalami penampilan mengecewakan di nomor ganda putra di Kejuaraan Dunia setelah tidak ada pasangan ganda putra yang berhasil melaju ke perempat final.
Tuan Rumah Prancis Rontok Berjamaah di Kejuaraan Dunia, Tersisa 1 Wakil di Perempat Final
Indonesia membanggakan rekor gemilang di ganda putra pada ajang bergengsi tersebut dengan meraih 10 gelar juara, terbanyak di antara semua negara dalam 28 edisi kejuaraan dunia.
Namun kali ini, tidak akan ada gelar ke-11 setelah pasangan nomor 4 dunia Fajar Alfian-Rian Ardianto dan pasangan nomor 10 dunia Leo Rolly-Bagas Maulana tumbang di babak ketiga pada Kamis, sehari setelah Sabar Gutama-Moh Reza (Nomor 8) tumbang di babak kedua di Paris.
Fajar-Rian berjuang keras namun tak mampu mengatasi juara dunia 2021 Jepang Takuro Hoki-Yugo Kobayashi, kalah 21-13, 11-21, 17-21 di Adidas Arena di Port de la Chapelle.
Leo-Bagas juga mengawali dengan kuat saat melawan pemain nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won-ho-Seo Seung-jae dan memenangi game pertama dengan skor 21-17. Namun, harapan mereka untuk membuat kejutan pupus setelah pasangan Korea itu benar-benar mengungguli mereka di dua game berikutnya, menang mutlak 21-9, 21-4.
Sabar-Reza memberikan perlawanan yang lebih baik terhadap pemain Denmark peringkat 21 dunia Rasmus Kjaer-Frederik Sogaard tetapi akhirnya kalah tipis 18-21, 21-18, 24-26.
Terakhir kali Indonesia gagal memiliki sedikitnya sepasang pemain di babak delapan besar adalah pada edisi 2009 di Hyderabad.
Pada tahun 2021, tidak ada pasangan Indonesia yang mencapai perempat final tetapi ini setelah mereka mengundurkan diri dari kompetisi karena masalah keselamatan selama pandemi Covid-19.
Legenda bulu tangkis Indonesia dan juara dunia empat kali Hendra Setiawan, yang saat ini membimbing Sabar-Reza mengatakan bahwa anak asuhnya masih perlu meningkatkan konsistensi mereka di ganda putra yang semakin kompetitif.
"Performa Sabar-Moh masih naik turun. Hal ini wajar karena saat ini cukup sulit untuk menjaga stabilitas karena ganda putra sangat kompetitif," ujar Hendra dalam wawancara yang dimuat di situs web Persatuan Bulu Tangkis Nasional Indonesia (PBSI).
Mereka juga perlu lebih percaya diri. Terkadang, mental mereka bisa goyah meskipun mereka memiliki kemampuan untuk mencapai final di turnamen.
Hendra Setiawan terkenal karena merebut gelar juara dunia sekali bersama Markis Kido pada tahun 2007 dan tiga kali bersama Mohd Ahsan pada tahun 2013, 2015 dan 2019.
Merah putih saat ini tampak masih jauh dari masa kejayaan pria berusia 41 tahun itu. Penampilan buruk kali ini tidak terlalu mengejutkan karena Indonesia telah berjuang di ganda putra tahun ini.
Fajar-Rian, Sabar-Moh dan Leo-Bagas belum pernah memenangi gelar bersama tahun ini.
Satu-satunya keberhasilan Fajar datang saat ia berpasangan dengan Shohibul Fikri dan merebut gelar juara China Open bulan lalu.
Artikel Tag: Indonesia, Fajar Alfian, Sabar Karyaman Gutama, Moh Reza Pahlevi Isfahani, hendra setiawan, BWF Kejuaraan Dunia 2025