Indonesia Masters 2026: Moh Zaki Ubaidillah Petik Banyak Pelajaran di Istora
Moh Zaki Ubaidillah/[Foto:PB Djarum]
Jakarta - Pebulutangkis muda yang tengah naik daun, Moh Zaki Ubaidillah gagal melangkah lebih jauh di turnamen Indonesia Masters World Tour Super 500 yang berhadiah total USD 500.000 atau berkisar 8, 3 miliar rupiah itu setelah di babak 16 besar menyerah dari mantan juara dunia asal Singapura, Loh Kean Yew.
Moh Zaki Ubaidillah harus mengakui keunggulan Loh Kean Yew lewat pertarungan dua game langsung dengan skor 19-21 dan 10-21, dalam pertandingan babak 16 besar yang berlangsung di Istora Senayan Jakarta, pada Kamis (22/1) siang WIB.
“Pasti ada perbedaan. Hari ini dia terlihat lebih siap dan tidak mau kalah. Di poin-poin kritis, seperti saat skor 19 sama di gim pertama, dia benar-benar menunjukkan tekadnya untuk tidak menyerah,” ujar Ubed.
Meski kalah, perjalanan Moh Zaki Ubaidillah patut diapresiasi karena pemain kelahiran Sampang Madura itu harus merangkak dari babak kualifikasi.
“Ada hal positif yang saya dapat. Saya belajar dari dia bagaimana cara menaikkan tempo permainan. Lalu, saat sedang tertinggal, bagaimana tetap bisa mengontrol lawan dengan mengatur pukulan, buangan, dan kecepatan,” jelas Ubed.
“Kalau sesuai target, memang belum tercapai. Sebelum turnamen ini saya sudah diskusi dengan pelatih, targetnya kalau bisa masuk perempat final atau tembus lebih jauh di lapangan besar seperti ini,” ungkap Ubed.
Namun sayang, langkah pasangan ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma / Meilysa Trias Puspitasari harus terhenti di babak 16 besar Indonesia Masters 2026 BWF World Tour Super 500 setelah menyerah dari pasangan baru asal Jepang, Arisa Igarashi / Miyu Takahashi.
Menempati unggulan kelima, Febriana / Meilysa harus menyerah dari Arisa Igarashi / Miyu Takahashi lewat pertandingan mudah dua game langsung dengan skor 15-21 dan 8-21, dalam pertandingan babak 16 besar yang berlangsung di Istora Senayan Jakarta, pada Kamis (22/1) siang WIB.
“Hari ini kami tampil kurang baik. Sebetulnya kami sudah siap dengan pola yang mau kami mainkan, tapi kami tidak bisa keluar dari tekanan,” kata Febriana.
“Dia (Igarashi) kan pernah main ganda campuran, jadi mereka memang mainnya menyerang terus dan pola ini memaksa kami untuk bermain no lob, seharusnya kami tidak terbawa pola seperti ini,” lanjut Febriana.
Artikel Tag: Moh Zaki Ubaidillah, Loh Kean Yew, Indonesia Masters 2026