Kanal

Japan Open 2026: Jimmy/Su Yin Beberkan Penentu Kemenangan Atas Denmark

Penulis: Yusuf Efendi
18 Jul 2026, 16:45 WIB

Jimmy Wong-Cheng Su Yin/[Foto:Thestar]

Kesabaran menjadi faktor penentu saat pasangan ganda campuran Jimmy Wong / Cheng Su Yin kembali menciptakan kejutan luar biasa di Japan Open 2026 pada hari Jumat.

Pasangan Malaysia peringkat 118 dunia itu menahan godaan untuk memaksakan tempo, mempercayai rencana permainan mereka, dan menunggu peluang melawan pasangan peringkat 3 dunia Mathias Christiansen dan Alexandra Boje dari Denmark.

Pendekatan tersebut membuahkan kemenangan 21-17, 21-17 atas tim Denmark, yang telah memenangkan empat gelar tahun ini, dalam pertandingan perempat final selama 39 menit di Gimnasium Metropolitan Tokyo.

"Mereka jauh lebih berpengalaman daripada kami dan secara taktik merupakan pasangan yang lebih baik, tetapi kami menang karena kami tetap sabar," kata Jimmy Wong.

"Kami tidak mencoba menantang mereka secara gegabah atau mengikuti permainan mereka. Kami tetap berpegang pada rencana kami dan menunggu momen yang tepat."

Jimmy mengatakan bahwa mereka telah belajar pelajaran berharga dari kekalahan mereka melawan Christiansen-Boje di babak pertama Malaysia Masters pada bulan Mei.

"Saat kami bermain melawan mereka sebelumnya, kami mencoba menandingi taktik mereka dan terlalu terburu-buru. Kami tidak benar-benar bisa menantang mereka," katanya.

"Kali ini, kami mengubah pendekatan kami. Alih-alih memaksakan keadaan, kami mengatakan pada diri sendiri untuk tetap sabar, percaya pada permainan kami, dan menunggu kesempatan yang ada."

Perubahan pola pikir itu membuahkan hasil, karena Jimmy-Su Yin mencatatkan kemenangan telak atas tim Denmark dalam penampilan semifinal Super 750 perdana mereka, hanya tiga bulan setelah berpasangan.

Jimmy mengakui bahwa momen itu menimbulkan rasa gugup tersendiri, tetapi keduanya menolak untuk membiarkan momen tersebut menguasai mereka.

"Tentu saja, kami sedikit gugup karena ini adalah perempat final Super 750 pertama kami bersama," katanya.

"Tapi kami terus saling mengingatkan untuk tetap sabar dan percaya pada diri sendiri. Kami tahu kami adalah tim yang tidak diunggulkan, jadi tidak ada alasan untuk panik."

Su Yin sependapat dengan rekannya, mengatakan bahwa disiplin sama pentingnya dengan niat menyerang.

"Pendekatan kami adalah tidak terburu-buru. Jika kami tidak bisa menciptakan peluang menyerang, kami siap untuk tetap sabar dan mengandalkan pertahanan kami sampai kesempatan yang tepat datang," katanya.

Ketika ditanya apakah ia kesulitan tidur sebelum pertandingan terbesar dalam kariernya, Yu Sin menjawab: "Saya tidur nyenyak. Saya sama sekali tidak gugup."

Kemenangan ini merupakan kemenangan kedua Jimmy-Su Yin atas pemain peringkat lima besar pekan ini setelah mengalahkan petenis Prancis peringkat 5 dunia, Thom Gicquel-Delphine Delrue, di babak 16 besar pada hari Kamis.

Jimmy juga menepis anggapan bahwa kemenangan beruntun atas lawan-lawan peringkat lima besar berarti keduanya telah mencapai level elit.

"Kita masih jauh tertinggal dari mereka. Mereka termasuk yang terbaik di dunia, dengan pengalaman jauh lebih banyak daripada kita, jadi kita masih banyak yang harus dipelajari," tambahnya.

Selanjutnya, tim Malaysia akan menghadapi pemain Hong Kong peringkat 8 dunia, Tang Chun Man-Tse Ying Suet, untuk memperebutkan tempat di final hari ini.

Artikel Tag: Mathias Christiansen, Alexandra Boje, Cheng Su Yin, Jimmy Wong, Japan Open 2026

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru