K Letshanaa Terhenti di Semifinal Indonesia Masters 2026
K Letshanaa/[Foto:NST]
Jakarta - Upaya ambisius K Letshanaa untuk menjadi pemain bulu tangkis tunggal putri Malaysia pertama yang mencapai final Super 500 di era Tur Dunia berakhir di Indonesia Masters pada hari Sabtu.
Pemain peringkat 42 dunia itu mendapati bintang muda Thailand, Pitchamon Opatniputh, berada di kelas yang lebih tinggi, dan kalah dengan skor 21-15, 21-17 dalam waktu 41 menit di Istora Senayan, Jakarta.
Dalam pertemuan pertama mereka di dunia tenis, perbedaan antara kedua pemain terlihat jelas, dengan Pitchamon, pemain peringkat 36 dunia, sebagian besar mendikte jalannya pertandingan.
K Letshanaa hanya sekali unggul — pada kedudukan 3-2 di game pembuka — sebelum menghabiskan sisa pertandingan untuk mengejar ketertinggalan.
Pitchamon melaju cepat di game pertama sebelum mengambil alih kendali dari awal hingga akhir di game kedua, sehingga pemain Malaysia itu hanya memiliki sedikit peluang untuk membalikkan keadaan.
Direktur pelatihan tunggal nasional Kenneth Jonassen mengatakan Pitchamon bermain bagus dan beradaptasi dengan cuaca buruk.
"Letshanaa berjuang keras hari ini tetapi tidak mampu mematahkan ritme dan kecepatan lawannya," kata Jonassen.
"Dia bisa bangga pada dirinya sendiri minggu ini dan pada saat yang sama, tetap rendah hati dan haus akan kesuksesan yang lebih besar."
Kemenangan ini juga menandai terobosan pribadi bagi petenis Thailand berusia 19 tahun itu, yang telah lama disebut-sebut sebagai calon penerus mantan juara dunia Ratchanok Intanon tetapi kesulitan untuk sepenuhnya menerjemahkan potensi juniornya ke panggung senior.
Pitchamon menjadi sorotan sejak tahun 2020 ketika, di usia 13 tahun, ia mencapai semifinal Kejuaraan Nasional Thailand — sebuah kompetisi yang hampir diikuti oleh pemain-pemain berkekuatan penuh kecuali Ratchanok.
Dua tahun kemudian, ia finis sebagai runner-up di belakang pemain peringkat 16 dunia saat ini, Supanida Katethong.
Meskipun meraih gelar juara dunia junior pada tahun 2023, rekam jejak Pitchamon di level senior terbilang sederhana, hanya dengan dua gelar Super 100 — Malaysia Super 100 pada tahun 2023 dan China Masters Super 100 tahun lalu — serta finis sebagai runner-up di Super 300 Taiwan Open.
Bagi K Letshanaa yang berusia 22 tahun, penampilan di semifinal tetap merupakan pencapaian terbaik dalam kariernya, tetapi hal itu perlu didukung agar memiliki makna yang sebenarnya.
Penampilannya di Jakarta diperkirakan akan mengangkat peringkatnya setidaknya ke peringkat 39 dunia saat klasemen terbaru dirilis pada hari Selasa, hanya terpaut dua peringkat dari peringkat tertinggi dalam kariernya, yaitu peringkat 37.
K Letshanaa akan memiliki kesempatan langsung untuk membangun momentum di Thailand Masters pekan depan, di mana ajang Super 300 tersebut tidak menampilkan pemain peringkat 15 besar, dengan Supanida sebagai satu-satunya pemain bulu tangkis peringkat 30 besar yang ikut serta.
Artikel Tag: K Letshanaa, Pitchamon Opatniputh, Indonesia Masters 2026