Barcelona di Ambang Krisis: Taktik Flick Dipertanyakan
Barcelona di Ambang Krisis: Taktik Flick Dipertanyakan - sumber: (footballespana)
Berita Liga Spanyol: Barcelona tengah bergumul dengan tantangan besar di Liga Spanyol musim ini. Taktik garis pertahanan tinggi dan tekanan intens yang sering dipuji musim lalu kini menjadi bumerang bagi skuad asuhan Hansi Flick. Setelah kekalahan telak dari Atletico Madrid yang mengubah sejarah, diikuti oleh kekalahan melawan Girona, Barcelona tampak limbung.
Di stadion Metropolitano, Blaugrana harus menelan pil pahit dengan kebobolan empat gol di babak pertama—kekalahan terburuk mereka dari Atletico dalam 86 tahun terakhir. Meski bukan pertama kalinya Barcelona kalah, lini pertahanan mereka yang terbuka menjadi sorotan tajam. Rasa takut dan gentar menghinggapi para pemain, seolah kematian menatap balik ke arah mereka.
Empat hari berselang di Montilivi, Barcelona diharapkan bangkit. Hansi Flick, yang dikenal tegas, menginginkan anak asuhnya kembali ke jalur kemenangan. Meskipun Girona tidak memberi luka sedalam Atletico, kekalahan lewat gol kontroversial Fran Beltran memicu perdebatan mengenai strategi Flick. Pertahanan Barcelona di laga tersebut kembali diekspos dengan cara yang sama seperti sebelumnya.
Sejatinya, pendekatan Flick adalah risiko yang diperhitungkan. Dibandingkan musim lalu, Barcelona kini mengumpulkan tujuh poin lebih banyak di La Liga, meski hanya mencetak satu gol lebih sedikit dan kebobolan satu gol lebih sedikit. Statistik memang tidak mencengangkan, namun tidak bisa diabaikan bahwa rival mereka, Real Madrid, juga mengalami peningkatan serupa.
Musim lalu, Flick berhasil memaksimalkan potensi Raphinha dan ketajaman Robert Lewandowski, meskipun penurunan menit bermain keduanya musim ini berpengaruh signifikan. Dengan kehadiran Lamine Yamal, Flick memiliki pusat serangan yang dapat membuka ruang bagi rekan-rekannya. Namun, dengan absennya Inigo Martinez dan Pedri, lini pertahanan Barcelona mengalami perubahan besar. Eric Garcia, meski tampil baik, tidak mampu menggantikan pengalaman Martinez.
Kekalahan beruntun ini mengguncang kepercayaan diri tim. Meski sebelumnya Barcelona mencatat 15 kemenangan dari 16 laga, absennya pemain kunci seperti Pedri dan Raphinha menjadi kendala besar. Diskusi internal mulai muncul, dengan beberapa pemain mempertanyakan strategi Flick yang terlalu berisiko.
Di tengah keraguan ini, Flick harus menemukan keseimbangan baru. Meski ia enggan mengubah formula, tekanan untuk mengurangi variabel dalam strategi semakin besar. Jika para pemain kehilangan kepercayaan pada taktik tersebut, krisis nyata bisa mengancam Barcelona. Flick harus segera merespons, karena jawaban kini dituntut dari dalam tim.
Artikel Tag: Barcelona, hansi flick