Barry McGuigan Sebut Ryan Garcia Jadi Ancaman Besar di Kelas Welter
Ryan Garcia
Berita Tinju - Barry McGuigan menilai Ryan Garcia memiliki peluang lebih besar untuk mengalahkan Conor Benn saat keduanya bertemu dalam perebutan gelar dunia WBC kelas welter di T-Mobile Arena, Las Vegas, pada 12 September mendatang.
Garcia akan menjalani pertahanan pertama sabuk WBC yang diraihnya setelah mengalahkan Mario Barrios lewat kemenangan angka mutlak pada Februari lalu.
Keberhasilan tersebut menjadi titik balik bagi petinju berjuluk KingRy setelah sebelumnya menelan kekalahan angka mengejutkan dari Rolando Romero pada Mei 2025.
Kekalahan itu terjadi tidak lama setelah Garcia menyelesaikan hukuman larangan bertanding selama satu tahun akibat kasus doping ostarine. Hasil kemenangannya atas Devin Haney juga dibatalkan dan diubah menjadi no contest setelah pelanggaran tersebut terungkap.
Sejak naik ke kelas welter, Garcia dinilai tampil lebih nyaman karena tidak lagi harus menjalani pemotongan berat badan yang ekstrem.
McGuigan meyakini keputusan tersebut membuat kemampuan terbaik Ryan Garcia mulai terlihat.
"Saya rasa Garcia akhirnya menemukan kelas yang paling cocok untuknya. Menurut saya, dia adalah petinju yang sangat berbahaya di kelas 147 pon," ujar McGuigan kepada talkSPORT.
Di sisi lain, McGuigan menilai Conor Benn masih memiliki kekuatan eksplosif yang diwarisi dari ayahnya, Nigel Benn. Namun, ia melihat gaya bertarung Benn cenderung mudah ditebak sehingga bisa dimanfaatkan Garcia.
"Dia punya ledakan pukulan yang luar biasa, tetapi gerakannya cukup mudah dibaca. Anda bisa menebak kapan dia akan melepaskan serangan," katanya.
McGuigan juga mempertanyakan kemampuan Benn kembali bertarung di batas kelas welter setelah cukup lama tidak tampil di divisi tersebut.
Petinju Inggris itu terakhir kali bertarung di kelas welter pada 2022 ketika menghentikan Chris van Heerden pada ronde kedua. Setelah itu, Benn sempat naik kelas dan menjalani dua pertarungan melawan Chris Eubank Jr di kelas menengah.
"Saya pikir mungkin Conor Benn sudah terlalu lama meninggalkan kelas 147 pon. Itu bisa menjadi kelemahan terbesarnya. Saya tetap menjadikan Garcia sebagai favorit tipis, tetapi saya tidak akan pernah meremehkan Benn karena dia memiliki semangat juang yang luar biasa," ujar McGuigan.
Conor Benn sendiri datang dengan modal kemenangan angka mutlak atas Regis Prograis pada April lalu. Meski begitu, McGuigan menilai Garcia tetap memiliki sedikit keunggulan berkat kecepatan, teknik, dan kenyamanan bertarung di kelas welter.
Artikel Tag: WBC, kelas welter, kelas menengah, Ryan Garcia, conor benn