Aliyah Boston dan Kelsey Mitchell Bela Stephanie White Usai Dicemooh
Boston dan Mitchell menilai Stephanie White telah menjalankan tugasnya dengan baik sebagai pelatih Fever. (Foto: AP)
Bintang Indiana Fever, Aliyah Boston dan Kelsey Mitchell, menyatakan dukungan kepada pelatih Stephanie White.
Itu mereka lakukan setelah suporter mencemoohnya ketika diperkenalkan sebelum pertandingan kandang melawan New York Liberty, Selasa lalu.
Boston dan Mitchell mengaku kecewa dengan respons suporter terhadap White. Mereka menilai pelatih Fever tersebut telah menjalankan tugasnya dengan baik dan tetap mendapat dukungan penuh dari para pemain.
“Saya pikir Steph melakukan pekerjaan yang luar biasa bersama kami. Kami menyayangi dan menghargainya. Jadi, mendengar cemoohan itu benar-benar mengganggu dan sejujurnya tidak menghormati,” kata Boston sebelum latihan, Kamis.
Meski mendapat tekanan dari suporter, Fever merespons dengan kemenangan meyakinkan 106-92 atas Liberty, juara Commissioner's Cup.
Hasil tersebut menjadi bentuk respons tim di tengah kontroversi yang melibatkan Stephanie White dalam beberapa hari terakhir.
White sebelumnya menyampaikan monolog selama sekitar dua setengah menit untuk membela dirinya setelah dikritik karena dianggap tidak cukup memberikan dukungan kepada guard Sophie Cunningham.
Cunningham terkena benturan di area kepala dan leher saat menghadapi Chicago Sky akhir pekan lalu.
Wasit kemudian menaikkan hukuman terhadap guard Sky, DiJonai Carrington, dari Flagrant 1 menjadi Flagrant 2 sehingga Carrington dikeluarkan dari pertandingan.
Setelah pertandingan, Cunningham dan tiga kali All-Star Caitlin Clark turut membela Stephanie White.
Cunningham mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan komentar White yang menilai wasit telah mengambil keputusan tepat.
Namun, ia juga menegaskan tidak menganggap Carrington sengaja memukulnya di atas leher.
Carrington sebelumnya menulis “WHITE PRIVILEGE” di media sosial dan menandai akun Fever setelah dikeluarkan.
Ia kemudian menjelaskan bahwa unggahan tersebut bukan klaim bahwa pelanggaran terjadi karena isu white privilege.
Mitchell mengatakan dirinya berbicara langsung kepada White sebelum pertandingan Selasa untuk memberikan dukungan.
Ia mengaku tersentuh melihat pelatihnya merasa tidak dihargai dan tidak diinginkan di tempat ia harus bekerja.
“Ini adalah pekerjaannya dan dia juga harus datang menjalankan tugasnya. Saya rasa orang-orang tidak selalu menyadari itu, tetapi tugas kami adalah mengingatkannya,” ujar Mitchell.
Cemoohan terhadap White juga mengejutkan mengingat statusnya sebagai figur ikonik di Indiana.
Ia pernah menjadi pencetak angka terbanyak sepanjang sejarah basket putri sekolah menengah di negara bagian tersebut, membawa Purdue menjuarai NCAA 1999, menjadi pemain Fever pada 2000, dan bagian dari staf kepelatihan saat Indiana meraih gelar WNBA 2012.
Clark mengaku tidak menyukai cemoohan tersebut, tetapi memahami bahwa suporter memiliki hak untuk tidak setuju. Namun, ia menegaskan ruang ganti Fever tidak akan terpecah.
“Pada akhirnya, dia adalah pelatih kepala kami dan kami akan selalu mendukungnya,” kata Clark.
Artikel Tag: WNBA, Indiana Fever, Stephanie White