Antoni Erga Sebut Hornbills Memang Meredam Ketajaman Prastawa dan Agassi
Antoni Erga Sebut Hornbills Memang Meredam Ketajaman Prastawa dan Agassi
Berita Basket IBL: Guard Borneo Hornbills, Antoni Erga mengungkapkan salah satu kuncinya Adalah meredam ketajaman Andakara Prastawa dan Agassi Goantara.
Jika mengingat kembali, sebelum dimulainya seri Final IBL GoPay 2026 yang sengit, pelatih kepala Hornbills Cesar Camara Perez pernah menyebutkan bahwa dirinya tidak takut dengan Perrin Buford, dengan kemampuannya mencetak poin. Coach Cesar yang sudah sering melihatnya bermain di Jepang, tampak tentang-tenang saja ketika dimintai pendapat tentang Buford.
Justru pada saat itu, Coach Cesar malah mengatakan bahwa dari tim Pelita Jaya, yang berbahaya adalah pemain lokalnya. Tentu saja yang dimaksud adalah Andakara Prastawa Dhyaksa, Agassi Yeshe Goantara, Vincent Rivaldi Kosasih, Hendrick Xavi Yonga, dan beberapa pemain lokal yang dianggap bisa merepotkan Hornbills.
Mungkin bisa dibilang beruntung, bahwa Hornbills mengalami kekalahan di Game 1, yang "menampar" para pemain agar tidak lengah menjaga pemain lokal Pelita Jaya. Karena di Game 1 yang berakhir dengan skor 90-87 lewat babak overtime, para pemain lokal Pelita Jaya justru menunjukkan taringnya di menit-menit krusial. Contohnya Prastawa yang mencetak enam poin di babak overtime dari total 14 poin Pelita Jaya di momen tersebut. Prastawa sendiri justru hanya mencetak dua poin di empat kuarter.
Pelajaran berikutnya terjadi di Game 2. Kali ini, Hornbills memang bermain luar biasa dan mencetak sejarah dengan kemenangan 20 poin di laga final (83-63). Tetapi di sisi lawan, ada Agassi Goantara yang muncul sebagai top score dengan 15 poin. Meski berhasil menghentikan pemain asing, tapi situasi pertahanan Hornbills masih belum sempurna secara keseluruhan. Agassi masih bisa mencetak empat tembakan dari delapan percobaan, dan mendapatkan enam kali free throw dari delapan kesempatan.
Setelah kedua pertandingan tersebut, Hornbills dan Pelita Jaya terlibat drama yang menegangkan hingga sampai ke Game 5, pada 28 Juni lalu. Di sini pertahanan Hornbills benar-benar mengunci dua pemain tersebut. Agassi hanya mencetak tiga poin, dengan akurasi tembakan 1/9 selama hampir 30 menit. Sedangkan Prastawa hanya memasukkan dua poin dalam 19 menit dan hanya mencetak satu tembakan dari dua percobaan.
Dalam sesi wawancara, point guard Hornbills Antoni Erga membeberkan bahwa salah satu faktor keberhasilan timnya adalah mampu meredam Prastawa dan Agassi.
"Target kami memang Prastawa dan Agassi. Sepanjang pertandingan (Game 5), kami fokus untuk menurunkan kontribusi dari Prastawa dan Agassi. Kami kejar terus mereka berdua untuk tidak bisa melakukan tembakan dengan nyaman. Akhirnya kami berhasil melakukannya," ujar Antoni Erga.
Memang butuh strategi yang tepat untuk menghentikan pemain sekelas Prastawa dan Agassi, yang sudah memiliki pengalaman bermain di laga final. Tetapi para pemain Hornbills membuktikan bahwa mereka punya mental yang kuat dan fisik yang prima untuk menutup pergerakan kedua guard terbaik di IBL tersebut agar mereka bisa mendapatkan gelar juara pertama dalam sejarah klub.
Artikel Tag: IBL, Antoni Erga, Bogor Hornbills