Kanal

Caitlin Clark Kurangi Peran Pengatur Serangan Utama Demi Jaga Kebugaran

Penulis: Hanif Rusli
23 Apr 2026, 21:24 WIB

Langkah ini diambil setelah musim lalu Caitlin Clark dibatasi cedera dan hanya tampil dalam 13 pertandingan. (Foto: AP)

Bintang Indiana Fever, Caitlin Clark, berencana mengurangi perannya sebagai pengatur serangan utama pada musim WNBA 2026 demi menjaga kebugaran sepanjang pertandingan.

Langkah ini diambil setelah musim lalu ia dibatasi cedera dan hanya tampil dalam 13 pertandingan.

Caitlin Clark, yang dikenal sebagai playmaker utama sejak masa kuliah, mengaku mulai mempertimbangkan untuk bermain tanpa bola dalam beberapa situasi.

Strategi ini diharapkan dapat memberinya waktu istirahat di dalam pertandingan tanpa harus keluar dari lapangan.

“Setiap kali membawa bola dari ujung ke ujung dengan tekanan penuh itu sangat melelahkan. Kami perlu menemukan pemain lain yang bisa membantu mengatur bola agar saya bisa sedikit beristirahat,” ujar Clark.

Tim pelatih Indiana Fever juga telah membahas pengaturan beban bermain Clark sejak masa pemusatan latihan.

Selain untuk mencegah cedera, pendekatan ini juga ditujukan agar pemain berusia 24 tahun itu tetap bertenaga di momen krusial.

Sejak sebelum masuk WNBA, Caitlin Clark selalu menjadi pusat permainan timnya.

Ia memegang rekor pencetak poin terbanyak sepanjang masa di NCAA dan menempati peringkat ketiga dalam daftar assist.

Pada musim rookie di WNBA, ia langsung memimpin liga dalam jumlah assist dan tembakan tiga angka.

Namun, perubahan peran dinilai penting untuk menjaga efektivitasnya dalam jangka panjang.

Dengan tidak selalu menjadi ball handler utama, Clark dapat lebih fokus mencari posisi dan memanfaatkan peluang dari pergerakan tanpa bola.

Indiana Fever memiliki sejumlah opsi untuk berbagi tugas tersebut. Kelsey Mitchell, guard yang telah tiga kali masuk All-Star, pernah menjalankan peran sebagai pengatur serangan.

Selain itu, Aliyah Boston juga sempat memulai serangan tim pada musim lalu ketika Fever dilanda cedera.

Pilihan lain datang dari pemain muda Raven Johnson, yang direkrut sebagai pilihan ke-10 dalam draft.

Pelatih Stephanie White menilai Johnson mampu membantu mengurangi tekanan terhadap Clark, terutama saat menghadapi penjagaan ketat sepanjang lapangan.

White menegaskan bahwa strategi ini akan membuat tim lebih variatif dalam menyerang.

Dengan adanya pemain lain yang membawa bola, Clark dapat masuk dalam skema serangan pada fase kedua atau ketiga, sehingga lebih sulit dibaca lawan.

Meski demikian, Caitlin Clark tidak sepenuhnya meninggalkan peran lamanya.

Ia menegaskan tetap akan menjadi pengatur serangan utama dalam situasi transisi, yang menjadi kekuatan utamanya selama ini.

“Saya merasa sebagai pemain terbaik dalam situasi transisi di liga. Itu bagian dari permainan saya. Jadi, dalam kondisi seperti itu saya tetap akan memegang bola,” katanya.

Dengan pendekatan baru ini, Fever berharap dapat memaksimalkan kontribusi Clark sekaligus menjaga konsistensi performa tim sepanjang musim.

Artikel Tag: WNBA, Caitlin Clark, Indiana Fever

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru