Hak Siar WNBA Dinilai Jadi Investasi Murah bagi Televisi
Kesepakatan hak siar WNBA mulai berlaku pada musim 2026, berbarengan dengan dimulainya kontrak baru NBA senilai 76 miliar dolar AS selama 11 tahun. (Foto: AP)
WNBA memasuki musim ke-30 dengan kontrak hak siar baru bernilai fantastis.
Liga basket wanita Amerika Serikat itu mendapatkan kesepakatan media senilai 3,1 miliar dolar AS untuk durasi 10 tahun atau sekitar 281 juta dolar AS per musim.
Meski terlihat besar, sejumlah analis industri media olahraga menilai nilai tersebut justru masih tergolong murah jika dibandingkan dengan pertumbuhan popularitas WNBA dalam beberapa tahun terakhir.
WNBA sebelumnya lebih dulu mengamankan kontrak utama senilai 2,2 miliar dolar AS bersama Disney/ABC/ESPN dan Comcast/NBC/Peacock pada 2024.
Setelah itu, liga kembali menambah kerja sama dengan Paramount/CBS, Scripps/Ion, dan Versant/USA untuk memperluas distribusi pertandingan nasional.
Musim ini total 216 pertandingan musim reguler WNBA akan ditayangkan secara nasional di Amerika Serikat.
Jumlah tersebut belum termasuk kontrak siaran baru di Kanada untuk franchise ekspansi Toronto Tempo bersama Bell Media dan TSN.
Kesepakatan hak siar WNBA mulai berlaku pada musim 2026, berbarengan dengan dimulainya kontrak baru NBA senilai 76 miliar dolar AS selama 11 tahun.
Namun, pertumbuhan penonton WNBA membuat banyak pihak menilai nilai kontraknya belum sepenuhnya mencerminkan potensi pasar yang dimiliki liga.
Pada musim lalu, sebanyak 25 siaran musim reguler WNBA di ABC dan ESPN mencatat rata-rata 1,2 juta penonton per pertandingan.
Angka tersebut lebih tinggi dibanding rata-rata pertandingan musim reguler NHL di ABC dan ESPN yang hanya mencapai 760 ribu penonton.
Sebagai perbandingan, NHL mendapatkan kontrak hak siar senilai 4,5 miliar dolar AS selama tujuh tahun atau sekitar 642 juta dolar AS per musim.
Dengan jumlah pertandingan nasional yang tidak jauh berbeda, biaya siaran per laga NHL mencapai sekitar 2,32 juta dolar AS, sedangkan WNBA hanya sekitar 1,15 juta dolar AS per pertandingan.
Direktur eksekutif Women’s National Basketball Players Association, Terri Carmichael Jackson, menilai nilai hak siar WNBA seharusnya ikut meningkat seiring pertumbuhan pesat liga.
“Para pemain telah mendorong semua peningkatan penting di liga, dan WNBA sedang berkembang ke level yang berbeda,” ujar Jackson.
WNBA dan para mitra penyiarannya juga telah menyepakati opsi evaluasi ulang nilai kontrak setelah tiga tahun berjalan.
Langkah itu dinilai penting mengingat pertumbuhan bisnis liga yang terus meningkat.
Data terbaru CNBC menunjukkan rata-rata valuasi tim WNBA kini mencapai 460 juta dolar AS. Bahkan Golden State Valkyries menjadi tim olahraga wanita pertama dengan valuasi menembus 1 miliar dolar AS.
Ekspansi liga juga terus berjalan. Selain Toronto Tempo dan Portland Fire yang mulai bermain musim ini, WNBA juga telah memastikan kehadiran tim baru di Cleveland, Detroit, dan Philadelphia sebelum 2030.
Kondisi tersebut membuat banyak pihak meyakini nilai kontrak hak siar WNBA akan kembali meningkat dalam beberapa tahun mendatang.
Dengan pertumbuhan penonton, ekspansi tim, dan popularitas pemain muda yang terus melonjak, WNBA kini dianggap sebagai salah satu aset paling menjanjikan dalam industri siaran olahraga Amerika Utara.