JJ Redick Soroti Kinerja Wasit Dalam Kekalahan Telak Lakers dari Pistons
JJ Redick menyoroti tingkat frustrasi para pemain Lakers yang merasa kerap dilanggar tanpa mendapatkan peluit dari wasit. (Foto: AP)
Pelatih Los Angeles Lakers, JJ Redick, mengakui bahwa faktor kepemimpinan wasit turut memengaruhi performa timnya dalam kekalahan telak 106-128 dari Detroit Pistons.
Dalam pertandingan pada Selasa (29/12) itu, laga sempat berjalan ketat sebelum akhirnya dikuasai tim tamu.
Usai pertandingan, JJ Redick menyoroti tingkat frustrasi para pemain Lakers yang merasa kerap dilanggar tanpa mendapatkan peluit dari wasit, terutama ketika mereka kehilangan banyak bola.
Pistons memaksa Lakers melakukan 21 turnover yang berujung pada 30 poin.
“Saat Anda sering kehilangan bola dan merasa dilanggar, pasti ada frustrasi,” ujar JJ Redick. “Namun kami juga sudah bilang sejak pagi, bahkan sebelum pertandingan, bahwa mereka akan banyak melakukan foul. Kami harus tetap bermain dan melewati itu.”
JJ Redick bahkan telah memprediksi gaya bermain Detroit sejak sebelum tip-off. Ia menyebut Pistons akan melakukan kontak fisik hampir di setiap penguasaan bola, namun tidak semua akan berujung pelanggaran.
“Mereka akan melakukan foul di setiap possession, mungkin tiga atau empat kali,” kata Redick. “Dan wasit tidak akan meniup peluit setiap saat.”
Secara statistik, Detroit tercatat melakukan 26 foul dengan Lakers mengeksekusi 31 lemparan bebas. Sebaliknya, Lakers dikenai 24 foul dan Pistons mendapat 29 kesempatan free throw.
Meski relatif seimbang di angka, Lakers merasa intensitas fisik Pistons dibiarkan begitu saja.
Luka Dončić, yang mencatat delapan turnover—terbanyak di tim—menilai Lakers seharusnya menyesuaikan diri dengan standar fisik yang diizinkan wasit.
“Kami harus menyamai fisik mereka,” ujar Dončić. “Kalau wasit membiarkan permainan berjalan seperti itu, kami juga harus bermain lebih keras.”
Pertandingan tersebut juga diwarnai sejumlah insiden kontroversial.
Pada kuarter pertama, guard Lakers Marcus Smart terkena pukulan di wajah dari Duncan Robinson, namun tidak dilakukan review untuk potensi flagrant foul.
Smart justru diganjar technical foul karena memprotes keputusan wasit.
Di kuarter kedua, Jake LaRavia terkena sikutan dari Jalen Duren. Awalnya hanya dinilai sebagai common foul, namun setelah ditinjau ulang, pelanggaran tersebut dinaikkan menjadi Flagrant 1.
Sementara itu, Dončić mendapat technical foul di kuarter ketiga karena dianggap “flailing” setelah lengannya mengenai wajah Ronald Holland II.
Menjelang akhir kuarter keempat, saat keunggulan Pistons sudah tak terkejar, Smart kembali meluapkan kekesalannya dengan berteriak ke arah wasit dari bangku cadangan.
Kekalahan ini membuat rekor Lakers turun menjadi 20-11, dengan seluruh 11 kekalahan mereka musim ini terjadi dengan selisih dua digit, enam di antaranya bahkan kalah 20 poin atau lebih.
LeBron James, yang genap berusia 41 tahun dan mencetak 17 poin dengan akurasi tembakan 6 dari 17, memilih tidak mengomentari kepemimpinan wasit.
Namun ia menyoroti kondisi tim yang belum pernah tampil dengan kekuatan penuh sepanjang musim.
“Kami belum pernah benar-benar komplet,” kata James. “Banyak pemain penting keluar-masuk karena cedera. Itu menyulitkan membangun chemistry. Tapi itu bukan alasan. Tim yang lebih baik malam ini memang menang.”
Artikel Tag: JJ Redick