Kanal

Kevin Durant Akui “Game-Winner” atas Suns Lebih Bermakna Karena Hal Ini

Penulis: Hanif Rusli
07 Jan 2026, 05:55 WIB

Kevin Durant (kanan) bereaksi setelah melesakkan tembakan penentu kemenangan Rockets atas Suns. (Foto: AP)

Kevin Durant tak menutupi emosinya usai menjadi penentu kemenangan Houston Rockets atas Phoenix Suns.

Tembakan tiga angka penentu yang ia lesakkan dengan sisa 1,1 detik pada Senin (5/1) malam bukan sekadar “game-winner”, melainkan momen personal bagi sang bintang veteran yang merasa pernah “dibuang” oleh mantan timnya.

Durant mencetak total 26 poin dalam laga tersebut, dan tembakan tiga angkanya dari jarak sekitar 27 kaki memastikan kemenangan Rockets 100-97. Namun bagi Durant, arti kemenangan itu melampaui papan skor.

“Pasti terasa lebih berarti,” ujar Kevin Durant blak-blakan ketika ditanya apakah tembakan itu terasa spesial karena terjadi melawan Suns. “Itu tempat yang sebenarnya tidak ingin saya tinggalkan. Ini pertama kalinya—dan saya tidak ingin terdengar terlalu dramatis—saya merasa dikeluarkan dari sebuah tempat.”

Laga berjalan ketat hingga detik-detik akhir.

Skor imbang sebelum Durant menerima bola, mengambil posisi, dan dengan tenang melepaskan tembakan jarak jauh yang mengunci kemenangan Houston.

Momen itu seolah menjadi penegasan bahwa di usia 37 tahun, Durant masih mampu tampil sebagai penentu hasil pertandingan.

Kevin Durant bergabung dengan Rockets pada musim panas lalu melalui pertukaran besar yang mengirim Dillon Brooks dan Jalen Green ke Phoenix.

Kepindahan tersebut menutup masa 2,5 musim Durant bersama Suns, periode yang penuh ekspektasi namun berakhir dengan kekecewaan.

“Rasanya menyenangkan bermain melawan tim yang menurut Anda menyalahkan dan menyingkirkan Anda atas semua masalah mereka,” kata Durant. “Itu menyakitkan, karena saya mencurahkan seluruh usaha, cinta, dan kepedulian saya untuk Suns, kota Phoenix, dan Arizona secara keseluruhan. Tapi begitulah bisnis ini.”

Selama berseragam Suns, Durant dua kali terpilih sebagai All-Star.

Namun secara tim, hasilnya jauh dari harapan. Phoenix tersingkir di putaran pertama playoff musim 2023-24 dan bahkan gagal lolos ke playoff pada musim berikutnya.

Kegagalan kolektif itu pada akhirnya berujung pada perubahan besar dalam struktur tim, termasuk kepergian Durant.

Meski mengakui masih menyimpan “chip on the shoulder” saat menghadapi mantan tim, Durant menegaskan tidak ada rasa dendam personal terhadap para pemain Suns.

“Untuk para pemain, tidak ada apa-apa selain rasa hormat,” ujarnya. “Tapi saya ingin mengalahkan tim itu. Saya ingin menunjukkan bahwa saya masih punya tenaga. Walaupun saya sudah tua, saya masih bisa bermain.”

Ia juga menekankan bahwa mentalitas seperti itu wajar bagi pemain mana pun yang menghadapi mantan timnya. “Ini bukan soal niat buruk. Ini soal kompetisi,” katanya.

Kevin Durant berharap emosi tersebut tidak berlarut-larut.

“Begitu saya sampai rumah malam ini, mungkin saya akan mencoba melupakannya dan fokus ke pertandingan berikutnya,” ucapnya.

Namun satu hal jelas: untuk satu malam di Houston, tripoin itu bukan hanya tentang kemenangan Rockets—melainkan juga tentang pembuktian diri Kevin Durant.

Artikel Tag: kevin durant

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru