Mahkamah Agung Alabama Tolak Banding, Karier NCAA Charles Bediako Berakhir
Jika peluang Charles Bediako di NCAA benar-benar tertutup, opsi kembali ke G League menjadi kemungkinan realistis. (Foto: AP)
Karier Charles Bediako di NCAA bersama Alabama Crimson Tide dipastikan kembali berakhir setelah Mahkamah Agung Alabama menolak permohonannya untuk tetap bermain selagi proses banding berjalan.
Putusan yang diumumkan Jumat (27.2) waktu setempat itu menutup peluang Bediako tampil hingga akhir musim NCAA 2025-26.
Sebelumnya, kuasa hukum pemain asal Kanada tersebut mengajukan permintaan “interim injunctive relief” kepada Pengadilan Sirkuit Tuscaloosa County dan Mahkamah Agung Alabama.
Ini menyusul penolakan hakim tingkat pertama atas permohonan injunction awal yang memungkinkan Bediako tetap bermain.
Tim pengacara berargumen bahwa proses banding kemungkinan tidak akan selesai sebelum musim berakhir.
Proses di Mahkamah Agung Alabama bisa memakan waktu berbulan-bulan, dan apabila perkara dibawa ke pengadilan federal, durasinya berpotensi lebih lama lagi.
Namun, pengadilan tetap menolak permintaan tersebut, sehingga secara efektif menghentikan kiprah Bediako di level kampus untuk kedua kalinya.
Kasus ini bermula ketika Charles Bediako, yang mendaftar dalam NBA Draft 2023, sempat bermain di G League serta menandatangani kontrak two-way dengan San Antonio Spurs dan beberapa kontrak Exhibit 10.
Berdasarkan aturan NCAA, langkah tersebut membuatnya kehilangan status kelayakan bermain di level perguruan tinggi.
Namun pada Januari lalu, seorang hakim lokal mengeluarkan perintah penahanan sementara (temporary restraining order) yang memungkinkan Bediako kembali memperkuat Alabama.
Keputusan itu memicu kritik dari berbagai pihak, termasuk NCAA, yang menilai Bediako berupaya “mengakali” aturan eligibilitas.
Kuasa hukum Bediako berpendapat bahwa terdapat preseden dari pemain G League lain, profesional Eropa, serta James Nnaji — pilihan ke-31 NBA Draft 2023 — yang diizinkan tampil penuh pada musim 2025-26.
Namun, situasi Bediako dinilai berbeda karena ia sebelumnya sudah bermain di kompetisi NCAA, sehingga statusnya tidak sepenuhnya sebanding.
Secara performa, Charles Bediako sebenarnya memberi kontribusi positif dalam lima laga musim ini dengan rata-rata 10,0 poin per pertandingan. Alabama mencatat rekor 3-2 dalam periode tersebut.
Ia juga dikenal sebagai salah satu pilar pertahanan saat memperkuat Crimson Tide pada 2021-2023, termasuk musim 2022-23 ketika Alabama memiliki pertahanan peringkat ketiga terbaik di basket perguruan tinggi.
Jika peluangnya di NCAA benar-benar tertutup, opsi kembali ke G League menjadi kemungkinan realistis.
Agen Bediako sebelumnya menyatakan kliennya siap mempertimbangkan jalur profesional apabila permohonannya ditolak.
Menariknya, di tengah ketidakpastian statusnya di level kampus, Charles Bediako tetap aktif di panggung internasional.
Kamis (26/2) lalu, ia mencatat delapan poin, tujuh rebound, dan satu blok saat Kanada mengalahkan Puerto Rico dalam Kualifikasi FIBA World Cup 2027 zona Amerika di Miami.
Dengan keputusan Mahkamah Agung Alabama ini, fokus Bediako kini tampaknya akan beralih sepenuhnya ke karier profesional, sembari menunggu langkah hukum lanjutan yang mungkin ditempuh tim hukumnya.
Artikel Tag: Alabama Crimson Tide, NCAA, Charles Bediako