Napheesa Collier Makin Dekat Jalani Debut Musim Bersama Minnesota Lynx
Napheesa Collier (kiri) dan rookie Olivia Miles. (Foto: AP)
Bintang Minnesota Lynx, Napheesa Collier, semakin dekat untuk kembali bermain setelah menjalani operasi pada kedua pergelangan kaki di luar musim.
Pelatih Cheryl Reeve mengatakan kondisi pemain andalannya terus menunjukkan perkembangan positif, meski belum dapat memastikan tanggal pasti comeback sang pemain.
Pernyataan itu disampaikan Reeve setelah Lynx meraih kemenangan dramatis 90-85 atas New York Liberty, Sabtu (11/7) waktu setempat.
Hasil tersebut membuat Minnesota memiliki rekor 17 kemenangan dan enam kekalahan, sekaligus menyamai Las Vegas Aces di puncak klasemen sementara WNBA.
Lynx masih memiliki lima pertandingan lagi, termasuk tiga laga kandang, sebelum jeda All-Star WNBA yang akan berlangsung di Chicago pada 25 Juli. Reeve berharap Collier sudah bisa kembali memperkuat tim dalam waktu dekat.
"Anda tidak pernah tahu bagaimana situasi pertandingan nantinya. Jadi kami akan melihat perkembangannya sedikit demi sedikit. Saya belum bisa memberi tanggal pasti, tetapi jelas dia sudah sangat dekat untuk kembali," ujar Reeve.
Collier, yang finis sebagai runner-up penghargaan Most Valuable Player (MVP) WNBA pada musim 2024 dan 2025 di belakang A'ja Wilson, telah kembali menjalani sesi latihan dan kini bersiap menjalani debut musim 2026.
Meski Minnesota tampil impresif tanpa kehadiran Collier, Reeve menegaskan bahwa pemain berusia 28 tahun tersebut tetap menjadi sosok sentral dalam tim.
"Ini tetap tim milik Phee. Semua orang yang masuk ke ruang ganti tahu hal itu. Courtney Williams dan Kayla McBride juga dengan senang hati mengatakan bahwa ini tetap tim Phee," kata Reeve.
Selama Napheesa Collier absen, rookie Olivia Miles berkembang menjadi salah satu pemain paling menonjol di liga.
Pada pertandingan melawan Liberty, Miles mencetak 23 poin, lima rebound, dan empat assist. Berdasarkan data ESPN Research, ia menjadi pemain tercepat dalam sejarah WNBA yang mencapai 350 poin, 100 rebound, dan 100 assist.
Performa tersebut mengantarkan Miles terpilih sebagai starter dalam WNBA All-Star Game. Selain itu, ia mulai disebut sebagai salah satu kandidat MVP bersama rekan setimnya, Natasha Howard.
Meski demikian, Reeve menilai masih terlalu dini menyebut pemain lain sebagai pemimpin Lynx selama Napheesa Collier masih menjadi bagian dari tim.
"Saya rasa terlalu cepat untuk menobatkan siapa pun selain Napheesa Collier sebagai pemimpin tim ini," ujarnya.
Kayla McBride, yang menjadi pencetak angka terbanyak Minnesota dengan 25 poin saat mengalahkan Liberty, menyambut positif kabar semakin dekatnya Collier kembali bermain.
Menurut McBride, kehadiran pemain yang dua musim terakhir masuk dalam persaingan MVP akan membuat Lynx semakin kuat, meski tim sudah menunjukkan kekompakan selama ditinggal sang bintang.
"Kami saling percaya dan terus berusaha memenangkan setiap penguasaan bola. Menambahkan pemain yang menjadi kandidat MVP selama beberapa musim terakhir tentu membuat kami semakin bersemangat. Namun sejauh ini kami juga mampu bertahan bersama dan menemukan cara untuk terus meraih kemenangan," kata McBride.
Reeve juga meyakini Napheesa Collier akan mendapatkan keuntungan dengan bermain bersama Miles yang berposisi sebagai point guard murni.
Menurutnya, kombinasi keduanya berpotensi menjadi kekuatan baru Minnesota saat memasuki paruh kedua musim WNBA.
Artikel Tag: Minnesota Lynx, WNBA, Napheesa Collier