☰
Kanal
✕

Pelatih Atlanta Dream Sebut Angel Reese Dirugikan Keputusan Wasit

Penulis: Hanif Rusli
27 Okt 2026, 19:19 WIB

Bintang Atlanta Dream Angel Reese (kanan) dinilai berulang kali menerima kontak fisik yang tidak mendapat respons semestinya dari pengadil lapangan. (Foto: AP)

Pelatih Atlanta Dream, Karl Smesko, melontarkan kritik keras terhadap wasit setelah timnya kalah 55-64 dari Golden State Valkyries pada gim kelima Final WNBA, Senin (26/10) malam waktu setempat.

Smesko menilai Angel Reese berulang kali menerima kontak fisik yang tidak mendapat respons semestinya dari pengadil lapangan dalam pertandingan yang membuat Atlanta Dream tertinggal 2-3 dalam seri final.

Reese hanya mencetak tujuh poin melalui dua tembakan masuk dari delapan percobaan. Dia juga memasukkan tiga dari empat lemparan bebas dan melakukan empat pelanggaran pribadi.

Menurut Smesko, kontribusi Reese terhambat oleh banyaknya kontak fisik yang tidak dianggap sebagai pelanggaran.

"Saya menghargai Valkyries karena bermain dengan pertahanan yang bagus. Mereka memang dikenal karena pertahanannya. Namun, saya ingin membela Angel. Kontak fisik yang diterima Angel dibandingkan pemain lain benar-benar keterlaluan," kata Smesko.

Dia juga mengkritik kualitas kepemimpinan wasit dalam pertandingan tersebut. "Anda tidak bisa berada di level ini dan membuat begitu banyak kesalahan," ujarnya.

Smesko menyoroti sejumlah insiden yang menurutnya merupakan pelanggaran terhadap Reese.

Dia juga menilai pemain Valkyries beberapa kali melakukan pelanggaran double dribble dan traveling yang tidak diputuskan oleh wasit.

Reese turut mengungkapkan kekecewaannya terhadap kontak fisik dan keputusan pengadil lapangan.

Dia mengatakan situasi tersebut telah berulang sepanjang musim sehingga dirinya masih berusaha menemukan cara untuk mengatasinya.

"Saya masih mencoba mencari tahu bagaimana bermain menghadapi kontak fisik seperti ini. Saya sudah cukup terbiasa karena hal tersebut terjadi sepanjang musim, jadi saya harus terus menghadapinya," kata Reese.

Dia juga mengaku frustrasi ketika rekan-rekan setimnya menerima kontak keras hingga terjatuh.

Menurut Reese, situasi menjadi semakin sulit ketika dia merasa memiliki keunggulan fisik atas lawan, tetapi justru dinyatakan melakukan pelanggaran saat mencoba memanfaatkan keunggulan tersebut.

Dalam gim keempat, Reese hanya mencetak delapan poin melalui dua tembakan masuk dari 12 percobaan dan memasukkan empat dari enam lemparan bebas.

Dia juga melakukan empat pelanggaran pribadi. Dua pertandingan beruntun dengan maksimal dua tembakan masuk menjadi catatan pertama dalam kariernya, baik pada musim reguler maupun playoff.

Atlanta Dream sebelumnya memperoleh total 116 kesempatan lemparan bebas dalam empat gim pertama, dengan rata-rata 29 percobaan per pertandingan.

Namun, pada gim kelima, Dream hanya mendapat 14 kesempatan dan memasukkan 11 di antaranya. Jumlah percobaan tersebut menjadi yang paling sedikit bagi Atlanta sepanjang playoff musim ini.

"Perubahannya terasa ketika kami unggul 2-1. Saya tidak tahu apa yang terjadi, tetapi situasinya benar-benar berubah," ujar Reese.

Pertandingan tersebut juga diwarnai buruknya akurasi kedua tim. Valkyries hanya mencetak 64 poin, jumlah terendah dalam kemenangan di Final WNBA sejak 2005.

Atlanta Dream mencatat akurasi tembakan 29,2 persen, sedangkan keberhasilan tembakan mereka di area paint hanya 23,5 persen.

Pelatih Valkyries, Natalie Nakase, menilai kontak fisik merupakan bagian dari persaingan pada tahap final. Dia menyebut kedua tim memiliki pertahanan kuat dan sama-sama bertekad merebut gelar juara.

Artikel Tag: Angel Reese, Atlanta Dream

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru