Kanal

Pemilik Chicago Sky Sebut Gugatan Enes Kanter Freedom Tak Berdasar

Penulis: Hanif Rusli
06 Sep 2026, 20:22 WIB

Dalam beberapa tahun terakhir, Enes Kanter Freedom aktif menyuarakan pandangan politik dan terlibat dalam perdebatan nasional mengenai atlet transgender di olahraga putri. (Foto: AP)

Pemilik Chicago Sky Michael Alter menyebut gugatan hukum yang diajukan mantan pemain NBA Enes Kanter Freedom terkait kebebasan berbicara sebagai perkara yang tidak berdasar dan sembrono.

Kanter Freedom menggugat Chicago Sky, Pemerintah Kota Chicago, serta Metropolitan Pier and Exposition Authority, pengelola Wintrust Arena.

Dalam gugatan yang diajukan Kamis ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Utara Illinois, ia menuduh hak kebebasan berbicaranya berdasarkan Amandemen Pertama Konstitusi AS dilanggar setelah dirinya dikeluarkan dari pertandingan Sky pada 23 Agustus dan kemudian dilarang menghadiri laga Sky di arena tersebut.

Insiden terjadi saat pertandingan Sky melawan Indiana Fever. Kanter Freedom duduk di area courtside dengan mengenakan kaus hitam bertuliskan, "WOMAN noun. adult human female."

Pada akhir kuarter ketiga, ia terlibat adu mulut dengan guard Sky Natasha Cloud.

Kanter Freedom kemudian berdiri dan bergerak menuju lapangan sambil terus bertukar kata dengan Cloud.

Ia melewati sejumlah operator kamera media sebelum mendekati area lapangan. Petugas keamanan kemudian menghentikannya dan mengeluarkannya dari arena.

Alter sebelumnya mengatakan tindakan Kanter Freedom yang bergerak menuju lapangan dan pemain membuat dirinya berpotensi menjadi ancaman.

Dalam pernyataan pada Jumat (4/9), Alter menegaskan pengusiran tersebut tidak berkaitan dengan pesan pada kaus yang dikenakan Kanter Freedom.

"Gugatan ini tidak berdasar dan sembrono. Klaim Freedom bahwa dia dikeluarkan dari Wintrust Arena karena ucapannya adalah tidak benar," kata Alter.

Menurut Alter, Enes Kanter Freedom telah mengenakan kaus tersebut selama beberapa jam tanpa mendapat teguran dari petugas keamanan.

Ia baru dikeluarkan setelah dianggap melanggar aturan perilaku penonton dengan berdiri dari tempat duduk, melakukan gestur kepada seorang pemain, dan bergerak menuju lapangan.

"Freedom dikeluarkan karena perilakunya, bukan karena ucapannya. Kami menantikan kebenaran terungkap di pengadilan," ujar Alter.

Kanter Freedom membantah alasan tersebut melalui media sosial. Ia mengatakan dirinya sedang menggunakan hak kebebasan berbicara secara damai dan menilai tidak ada ancaman maupun kekerasan dalam tindakannya.

"Saya tidak akan diintimidasi. Saya tidak akan dibungkam. Saya akan terus membela perempuan dan kebebasan berbicara," tulis Kanter Freedom.

Dalam beberapa tahun terakhir, Enes Kanter Freedom aktif menyuarakan pandangan politik dan terlibat dalam perdebatan nasional mengenai atlet transgender di olahraga putri.

Ia dan mantan pemain NBA Royce White sebelumnya menyatakan diri sebagai perempuan dan mengklaim memenuhi syarat bermain di WNBA.

Namun, sejumlah sumber menyatakan keduanya tidak memenuhi syarat untuk bermain di liga tersebut.

Artikel Tag: WNBA, Chicago Sky

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru