Kanal

Phoenix Mercury Berupaya Lanjutkan Tren Positif Melawan Valkyries

Penulis: Hanif Rusli
09 Jun 2026, 21:42 WIB

Veteran Phoenix Mercury DeWanna Bonner tampil sebagai pemimpin tim dan menjadi faktor pembeda. (Foto: AP)

Phoenix Mercury bertekad melanjutkan kebangkitannya saat menghadapi Golden State Valkyries dalam lanjutan WNBA Commissioner’s Cup pada Selasa (9/6) malam waktu setempat atau Rabu pagi WIB di San Francisco.

Mercury datang dengan kepercayaan diri yang mulai pulih setelah mencatat dua kemenangan beruntun dalam rangkaian tur tandang empat pertandingan mereka.

Tim asuhan Nate Tibbetts sebelumnya berhasil mengakhiri enam kekalahan beruntun dengan kemenangan di kandang Seattle Storm sebelum melanjutkan tren positif saat mengalahkan Portland 78-72.

Performa Phoenix Mercury pada laga terakhir semakin mengesankan karena diraih tanpa dua pencetak poin utama mereka, Alyssa Thomas dan Kahleah Copper.

Dalam situasi tersebut, veteran DeWanna Bonner tampil sebagai pemimpin tim dan menjadi faktor pembeda.

Bonner mencetak 19 poin, yang menjadi catatan tertingginya musim ini.

Selain itu, pemain berusia 37 tahun tersebut juga menyumbang lima rebound, lima assist, dua steal, dan tiga blok dalam kemenangan atas Portland.

Pelatih Phoenix Mercury, Nate Tibbetts, mengakui timnya menjalani awal musim yang sulit. Namun, ia melihat tanda-tanda positif mulai muncul dalam beberapa pertandingan terakhir.

"Ini awal musim yang berat bagi kami. Tidak ada yang mencoba menghindari kenyataan itu. Momentum dan kepercayaan diri adalah hal yang nyata dalam olahraga. Untuk menjadi tim yang bagus, Anda membutuhkan kemenangan seperti ini," kata Tibbetts.

Absennya Alyssa Thomas akibat cedera betis kiri membuat Tibbetts memainkan Bonner sebagai power forward.

Dengan tinggi badan 193 sentimeter, Bonner mampu memanfaatkan kombinasi panjang jangkauan dan kecepatan untuk mengganggu permainan lawan.

Sementara itu, Jovana Nogic yang menggantikan Kahleah Copper di susunan starter juga tampil solid dengan sembilan poin dan enam assist.

Bonner menilai kemenangan tersebut memberikan kesempatan kepada pemain lain untuk mendapatkan menit bermain dan meningkatkan rasa percaya diri.

"Kami tahu semua pemain harus melangkah maju. Ini menjadi kesempatan yang bagus bagi pemain lain untuk mendapatkan pengalaman dan membangun kepercayaan diri," ujarnya.

Kabar baik bagi Phoenix Mercury adalah Thomas berpeluang kembali bermain melawan Golden State setelah berstatus probable. Sementara Copper masih diragukan tampil karena cedera pinggul kiri.

Di sisi lain, Golden State Valkyries memasuki pertandingan setelah mengalami dua kekalahan beruntun dan tiga kekalahan dalam empat laga terakhir.

Namun, sebagian besar hasil negatif itu terjadi saat menghadapi tim-tim elite liga, termasuk dua kali melawan Las Vegas Aces dan sekali melawan Minnesota Lynx.

Pada pertandingan terakhir, Valkyries kalah tipis 79-84 dari Aces.

Meski gagal menang, forward Gabby Williams tampil gemilang dengan mencetak rekor tertinggi sepanjang kariernya, yakni 27 poin, ditambah enam rebound dan dua steal.

Williams menilai timnya kehilangan fokus pada momen-momen penting pertandingan.

"Kami melakukan beberapa kesalahan mental. Pada menit-menit akhir kami sebenarnya memiliki momentum, tetapi kami membiarkan hal-hal kecil mengganggu fokus permainan," kata Williams.

Pelatih Golden State, Natalie Nakase, melihat rangkaian pertandingan melawan tim-tim papan atas sebagai proses penting dalam perkembangan tim ekspansi tersebut.

Menurutnya, para pemain mulai memahami pentingnya setiap penguasaan bola saat menghadapi lawan berpengalaman.

Dengan kedua tim sama-sama berusaha menjaga momentum, pertandingan di San Francisco diprediksi berlangsung ketat dan menjadi ujian penting dalam persaingan Commissioner’s Cup.

Artikel Tag: WNBA, Golden State Valkyries, Phoenix Mercury

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru