Kanal

Redick: LeBron James Tunjukkan “Bentuk Kehebatan yang Berbeda” Musim Ini

Penulis: Hanif Rusli
08 Jan 2026, 05:34 WIB

LeBron James dibandingkan Redick dengan legenda bisbol Greg Maddux di fase akhir kariernya. (Foto: AP)

LeBron James kembali membuktikan bahwa usia hanyalah angka.

Di usia 41 tahun, megabintang Los Angeles Lakers itu tampil dominan sejak detik-detik awal hingga menit-menit penutup dalam kemenangan 111-103 atas New Orleans Pelicans, Selasa (6/1) malam.

LeBron mencetak 30 poin hanya dalam 33 menit bermain, sebuah performa yang membuat pelatih JJ Redick menyebutnya sebagai “bentuk kehebatan yang berbeda”.

Usai pertandingan, LeBron duduk santai di depan lokernya ketika ditanya soal kemungkinan tampil di laga back-to-back berikutnya melawan San Antonio Spurs.

Jawabannya khas LeBron—jujur, realistis, dan penuh humor.

“Setiap back-to-back sepanjang sisa musim, statusnya TBD,” kata LeBron James. “Saya 41 tahun. Saya pemain dengan menit bermain terbanyak dalam sejarah NBA. Catat itu sekarang. Jadi kita sedang membicarakan apa?”

Meski begitu, di lapangan LeBron masih mampu tampil seperti pemain yang jauh lebih muda.

Ia membuka pertandingan dengan dunk hanya 19 detik setelah tip-off, lalu memanaskan suasana lewat beberapa tripoin jarak jauh yang memicu laju 18-4 Lakers di awal kuarter keempat.

Itu menjadi laga kedua dalam tiga pertandingan terakhir di mana LeBron mencetak setidaknya 30 poin, setelah sebelumnya mengemas 31 angka saat mengalahkan Memphis Grizzlies.

Pelatih Lakers JJ Redick mengaku tidak berharap performa seperti ini akan muncul setiap malam, namun ia juga enggan membatasi pemain dengan reputasi dan dedikasi sebesar LeBron.

Redick bahkan membandingkan LeBron James dengan legenda bisbol Greg Maddux di fase akhir kariernya.

“Tidak setiap malam dia punya ‘senjata terbaiknya’, tapi dia selalu punya cukup untuk memenangkan pertandingan,” ujar Redick. “Saya seperti catchernya. Tugas saya membaca situasi dan menyesuaikannya.”

Redick menekankan pentingnya dialog berkelanjutan dengan LeBron, mulai dari membaca lawan, skema pertahanan, hingga kondisi fisik sang bintang.

Baginya, mengelola LeBron bukan soal menahan, melainkan memaksimalkan apa yang tersedia di setiap pertandingan tanpa menguras tenaganya.

Menariknya, LeBron sendiri menegaskan bahwa kini Luka Doncic adalah pusat permainan Lakers. Ia menilai dirinya dan rekan-rekan setim harus menyesuaikan permainan mereka untuk mendukung Doncic.

“Tidak ada masalah bagi saya,” kata LeBron. “Kami tinggal membengkokkan permainan kami di sekelilingnya dan mencari cara terbaik.”

Setelah kemenangan di New Orleans, fokus LeBron sederhana: pemulihan. Tidur cukup, mendengarkan tubuhnya, dan melihat bagaimana kondisinya keesokan hari. Namun satu hal yang jelas, LeBron tidak ingin terlalu sering absen.

“Saya semakin menghargai setiap malam ketika bisa mengenakan jersey dan bermain,” katanya. “Di usia saya sekarang, saya benar-benar menghargai kesempatan untuk masih berada di lapangan.”

Bagi JJ Redick, apa yang dilakukan LeBron James di usia 41 tahun layak disebut kehebatan sejati—meski dengan wujud yang berbeda.

“Apa yang dia lakukan sekarang, dan tahun lalu di usia 40, itu adalah kehebatan,” ujar Redick. “Hanya saja, ini adalah versi kehebatan yang lain.”

Artikel Tag: LeBron james

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru