Kanal

Alasan Gerry Cardinale Langsung Bersih-bersih Pasca Milan Gagal ke UCL

Penulis: Uphit Kratos
27 Mei 2026, 11:15 WIB

Gerry Cardinale

Berita Liga Italia: Keputusan Gerry Cardinale untuk langsung bersih-bersih setelah AC Milan gagal lolos ke Liga Champions bukan keputusan emosional, tapi sudah diperhitungkan.

Masa ‘belajar’ Gerry Cardinale boleh dibilang sudah usai. Mulai hari ini ia akan terlibat langsung dengan Milan. Tak ada lagi sekadar perintah dari jauh. Ia sudah mulai bekerja untuk memburu CEO, pelatih, dan direktur olahraga baru.

Spoiler alert, pelatihnya kemungkinan besar orang asing, dan harus bermain menyerang. Gaya ala Cesc Fabregas, bukan Antonio Conte. Tidak ada lagi 3-5-2, tidak ada lagi sepak bola bertahan ‘khas Italia’.

Lalu mengapa Furlani ikut terseret? Ia memang jago angka dan pandai membuat neraca tetap sehat. Tapi ia gagal membangun mesin di mana semua bagian bisa bekerja sama secara efektif.

Cardinale kesal karena sepanjang musim, CEO, direktur olahraga, dan pelatih tidak pernah seirama. Itulah titik utamanya.

Kembalinya masa lalu juga bukan pilihan. Maldini tidak akan balik. Ia dihormati, tapi ia bukan "team player". Ia dianggap sebagai ‘one man show’ yang tak cocok bekerja dengan direktur lain. Galliani juga hampir pasti tak kembali, karena ia masih mewakili visi kepemilikan yang dianggap sudah usang.

Allegri sebenarnya masih punya peluang bertahan andai lolos ke Liga Champions. Tapi permainan defensifnya sudah lama bikin alis gerbang. Milan dianggap bermain untuk menghindari kekalahan, bukan untuk menang.

Allegri juga gagal mengembangkan pemain. Lihat saja Cristian Pulisic dan Rafael Leao yang merosot drastis. Yang terpenting, mentalitasnya yang selalu melihat ke ‘spion’ yang membuat ia dipecat.

Artikel Tag: AC Milan, Liga Italia, Gerry Cardinale

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru