Arsenal Raih Kemenangan Usai Insiden Cedera Sagna
Arsenal Raih Kemenangan Usai Insiden Cedera Sagna - sumber: (footballlondon)
Berita Arsenal: Derby London Utara memang selalu menjadi ajang penuh emosi, di mana persaingan antara Arsenal dan Tottenham sering kali memanas baik di dalam maupun di luar lapangan.
Setiap kali kedua tim ini bertemu, suasana pertandingan selalu menjanjikan tensi yang menggebu-gebu. Musim 2011-12 menjadi salah satu contoh nyata betapa sengitnya laga tersebut. Pada pertandingan tersebut, punggawa Arsenal, Bacary Sagna, mengalami patah kaki akibat insiden aneh saat berhadapan dengan Tottenham di bulan Oktober.
Cedera yang sama kembali dialaminya di musim tersebut, dan Arsene Wenger, manajer The Gunners saat itu, menyoroti insiden awal melawan Tottenham. Meski demikian, pada akhir musim, tim asuhan Wenger berhasil membalas dendam manis.
"Ini adalah fibula yang patah di kaki yang sama," ungkap Wenger setelah Sagna kembali cedera melawan Norwich, yang akhirnya membuatnya absen di Euro 2012. "Dia ditendang, dan itu tidak terjadi begitu saja."
Hari itu menjadi momen yang ingin dilupakan oleh Arsenal. Tidak hanya kehilangan Sagna setelah terjatuh akibat tantangan dari bek kiri Spurs, Benoit Assou-Ekotto, mereka juga harus menelan kekalahan pahit. Rafael van der Vaart membuat Spurs unggul di babak pertama, namun Aaron Ramsey menyamakan kedudukan lima menit setelah jeda. Sagna digantikan oleh Carl Jenkinson setelah cedera, tetapi Kyle Walker, bek kanan Tottenham, menjadi pahlawan dengan mencetak gol kemenangan pertamanya di Liga Premier.
Kemenangan Spurs di bulan Oktober membuat mereka nyaris masuk empat besar sementara Arsenal terpuruk di posisi ke-15. Namun, ketika Sagna kembali cedera di bulan Mei, jarak antara kedua tim semakin menipis.
Hasil imbang Arsenal melawan Norwich memberikan peluang bagi Spurs untuk menyalip rivalnya ke posisi ketiga dengan kemenangan di Aston Villa. Namun, tim asuhan Harry Redknapp hanya mampu bermain imbang, dan kemenangan kedua tim di hari terakhir musim memastikan Arsenal finis di posisi ketiga dan Spurs di posisi keempat.
Dalam situasi normal, posisi tersebut cukup untuk mengantarkan kedua klub ke Liga Champions. Namun, juara Liga Champions Chelsea yang finis di posisi keenam menggeser tempat Spurs di Eropa. Bagi Arsenal, hasil ini menjadi balas dendam yang manis setelah luka fisik dan emosional dari pertemuan mereka di bulan Oktober.
Artikel Tag: Arsenal