Barcelona Ajukan Keluhan Kedua ke UEFA Mengenai Wasit
Barcelona Ajukan Keluhan Kedua ke UEFA Mengenai Wasit - sumber: (footballespana)
Berita Liga Spanyol kembali memanas dengan aksi protes dari Barcelona yang menyulut perhatian publik. Klub asal Catalonia ini telah melayangkan keluhan kedua mereka kepada UEFA terkait kinerja wasit dalam laga perempat final Liga Champions melawan Atletico Madrid. Kekesalan Blaugrana mencuat setelah mereka tersingkir dari turnamen tersebut di Stadion Metropolitano, dengan bintang andalan mereka, Raphinha, menyebut insiden tersebut sebagai ‘perampokan’.
Barcelona harus menerima kenyataan pahit usai kalah agregat 3-2 dari Atletico, di mana mereka juga harus kehilangan pemain akibat kartu merah di kedua leg. Mereka mengklaim bahwa seharusnya mendapat penalti dalam kedua pertandingan tersebut, meskipun klaim ini ditentang oleh kubu Atletico Madrid.
Dalam rentang waktu seminggu, Barcelona mengajukan keluhan kedua kepada UEFA, menuding bahwa keputusan wasit telah sangat mempengaruhi hasil akhir pertandingan. Klub ini menyatakan bahwa berbagai keputusan yang diambil tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Selain itu, mereka merasa mengalami kerugian baik secara olahraga maupun finansial.
Keluhan pertama mereka, yang menyoroti insiden handball oleh bek Atletico, Marc Pubill, tidak direspons oleh UEFA dengan alasan ‘tidak dapat diterima’. Hal ini menambah bara kekecewaan di Catalonia, yang merasa klub mereka tidak dihargai.
Dalam pernyataan resminya, FC Barcelona menegaskan bahwa beberapa keputusan wasit dalam kedua leg pertandingan tidak sesuai dengan peraturan permainan. Mereka mengkritik penerapan regulasi yang salah dan kurangnya intervensi yang tepat dari sistem VAR dalam insiden-insiden penting.
Barcelona menekankan bahwa akumulasi kesalahan ini berdampak langsung pada jalannya pertandingan dan hasil akhir, selain menyebabkan kerugian besar bagi klub. Melalui protes ini, Barcelona mengulangi permintaan mereka kepada UEFA dan bersedia bekerja sama dengan organisasi tersebut untuk meningkatkan sistem perwasitan agar lebih tegas, adil, dan transparan dalam menerapkan aturan permainan.