Bernardo Tavares Soroti Keroposnya Lini Pertahanan Persebaya Surabaya
Gelandang Persebaya Surabaya, Fransisco Rivera di laga kontra Persijap Jepara/foto dok Persebaya Surabaya
Berita Super League: Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares menilai bahwa kekalahan menyakitkan harus diteirma timnya dari Persijap Jepara lantaran keroposnya lini pertahanan, terutama dalam mengantisipasi bola mati.
Laga pekan ke-22 Super League musim 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (21/2/2026) malam tersebut berakhir dengan kekalahan 3-1 Bajul Ijo dari tim tuan rumah.
Sepanjang laga Persebaya Surabaya dinilai tampil jauh di bawah standar. Aliran bola yang tidak rapi serta lambatnya transisi pertahanan membuat gawang Ernando Ari diberondong tiga gol oleh tuan rumah. Gol hiburan melalui penalti Bruno Moreira di masa injury time tidak memberikan perbedaan berarti.
Bernardo Tavares pun tidak menutupi rasa kekecewaannya. Ia menilai para pemainnya melakukan terlalu banyak kesalahan elementer yang langsung dihukum lawan dengan efektif.
"Saya akan jujur, kami melakukan cukup banyak kesalahan. (Persijap) berhasil memanfaatkan peluang yang kami berikan. Itu tidak normal bagi kami, terutama kebobolan dari situasi transisi setelah kami kehilangan bola. Kami juga kebobolan dari situasi bola mati dan tendangan bebas," kata Barnardo Tavares seperti dikutip dari laman resmi klub.
Sorotan pelatih asal Portugal ini bukan tanpa alasan. Kelemahan dalam mengantisipasi set piece menjadi pola berulang yang mengkhawatirkan. Sebelum laga ini, gawang mereka juga jebol melalui skema serupa saat bersua Bhayangkara FC.
"Jika dihitung, dalam dua pertandingan terakhir kami kebobolan empat gol dari situasi set piece. Itu menjadi fokus utama yang harus kami perbaiki. Padahal kami sudah melatih dan menganalisis situasi tersebut," ucapnya.
Bernardo Tavares mengakui bahwa ritme dan konsistensi timnya belum stabil dalam persaingan ketat Super League musim 2025/2026. Meski kecewa, ia meminta tim segera bangkit.
"Hari ini kami tidak memainkan pertandingan terbaik. Saya rasa kami sebenarnya bisa bermain lebih baik. Tapi inilah sepak bola. Kadang kami tampil bagus, kadang tidak," jelasnya.
Kini, Persebaya Surabaya dituntut melakukan evaluasi kilat. Mereka sudah ditunggu laga krusial melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (25/2/2026) nanti.
"Sekarang waktunya melihat ke depan, bersiap untuk laga berikutnya, dan kembali mencoba meraih kemenangan," pungkasnya.
Artikel Tag: Persebaya Surabaya, Persijap Jepara, Super League, Bernardo Tavares