Calafiori Fokus Pulih, Kirim Pesan Kuat untuk Roma
Calafiori Fokus Pulih, Kirim Pesan Kuat untuk Roma - sumber: (footballitalia)
Berita Liga Italia: Riccardo Calafiori, salah satu bintang muda Italia, mengungkapkan bahwa dirinya enggan menonton pertandingan Piala Dunia setelah Italia gagal lolos. Namun, ia memiliki harapan besar untuk menghadapi mantan klubnya, AS Roma, di ajang Liga Champions musim depan. "Sampai jumpa di September," ujar Calafiori dengan penuh semangat.
Dalam wawancara eksklusif dengan Tuttosport dan Cronache Di Spogliatoio, pemain Arsenal tersebut mengungkapkan rasa kecewanya terhadap kegagalan Italia mencapai Piala Dunia. "Momen itu sulit diterima," kenangnya. Meskipun demikian, fokusnya kini tertuju pada final Liga Champions melawan PSG, setelah berhasil membawa The Gunners meraih gelar Premier League pertama mereka dalam 22 tahun.
Calafiori, yang baru berusia 24 tahun, memulai debutnya di tim nasional Italia pada 2024 di bawah asuhan Luciano Spalletti dan telah mengoleksi 14 caps. Mengenai kegagalan Azzurri di kualifikasi Piala Dunia, ia menuturkan Gennaro Gattuso, mantan pelatih Italia, adalah orang pertama yang dihubunginya setelah kemenangan Arsenal di liga. "Gattuso telah berperan penting dalam perjalanan saya dan saya sangat berterima kasih padanya," katanya.
Meskipun saat ini Calafiori merasa bahagia di Arsenal dan berambisi untuk terus mengukir prestasi bersama klub tersebut, dia tidak menutup kemungkinan untuk kembali ke Italia suatu hari nanti. "Roma selalu di hati saya. Saya ingin keluar dari zona nyaman, namun Italia selalu istimewa," ungkapnya.
Calafiori juga memuji performa Roma musim ini, yang akhirnya kembali ke Liga Champions setelah sekian lama absen. Sebagai produk dari akademi Giallorossi, ia mengungkapkan rasa bangganya terhadap perkembangan klub lamanya itu. Meski demikian, ia merasa sedikit kecewa dengan keputusan Gattuso yang kini melatih Lazio, rival sekota Roma.
Dengan antusiasme tinggi, Calafiori menantikan laga krusial di final Liga Champions dan berharap bisa mengibarkan bendera Arsenal setinggi-tingginya, meski harus mengesampingkan rasa kecewa terhadap absennya Italia di Piala Dunia.