Daniel Farke Kritik Kartu Merah Gabriel Gudmundsson
Daniel Farke pertanyakan keputusan wasit usir Gabriel Gudmundsson. (Foto: John Walton/PA Images via Getty Images)
Berita Liga Inggris: Daniel Farke melontarkan kritik keras terhadap keputusan wasit Thomas Bramall setelah Gabriel Gudmundsson menerima kartu kuning kedua dalam pertandingan Leeds United melawan Crystal Palace di Selhurst Park, Ahad (15/3/2026) malam WIB.
Insiden tersebut terjadi pada akhir babak pertama ketika Gudmundsson dianggap melakukan pelanggaran terhadap Ismaila Sarr. Wasit kemudian memberikan kartu kuning kedua yang otomatis berujung kartu merah, menjadikannya pemain Leeds pertama yang diusir dari lapangan sejak Desember 2023.
Keputusan itu muncul hanya beberapa menit setelah Dominic Calvert-Lewin gagal mengeksekusi penalti untuk Leeds United. Situasi tersebut membuat tim asuhan Daniel Farke harus melanjutkan pertandingan dengan jumlah pemain lebih sedikit.
Farke, yang berusia 49 tahun, menilai pelanggaran tersebut bahkan tidak layak mendapatkan kartu kuning. Ia merasa keputusan wasit terlalu berlebihan dan sulit dipahami oleh banyak pihak yang menyaksikan pertandingan tersebut.
“Saya tidak yakin perlu banyak diskusi karena semua orang di stadion dan yang menonton di televisi melihat hal yang sama. Itu keputusan yang sangat meragukan,” ujar Farke.
Ia menegaskan bahwa jika pun dianggap sebagai pelanggaran, insiden tersebut sama sekali tidak memenuhi kriteria kartu kuning. “Jika itu pelanggaran, sama sekali tidak mendekati kartu kuning. Tidak ada kecepatan dalam tekel itu, bukan pelanggaran taktis.”
Farke juga menyoroti momen ketika wasit terlihat sempat lupa bahwa Gabriel Gudmundsson sudah menerima kartu kuning sebelumnya sebelum akhirnya mengeluarkan kartu merah.
“Yang paling mengecewakan adalah ia tampak lupa bahwa pemain ini sudah menerima kartu kuning sebelumnya dan kemudian terlihat terkejut sendiri ketika menyadari keputusan itu berarti kartu merah,” katanya.
Pelatih Leeds United itu juga membandingkan insiden tersebut dengan tekel Brennan Johnson pada babak kedua terhadap James Justin yang menurutnya lebih keras namun tidak dihukum kartu merah.
“Jika Anda membandingkan dengan situasi Brennan Johnson pada babak kedua, tekel itu memiliki lebih banyak kecepatan dan menurut saya bahkan lebih layak mendapat kartu,” kata Farke.
Namun ia menegaskan tidak meminta Johnson untuk diusir dari lapangan. “Saya tidak meminta kartu merah untuk Brennan Johnson. Saya hanya mengatakan itu pelanggaran biasa, selesai.”
Menurut Farke, keputusan kartu merah terhadap Gudmundsson memberi dampak besar terhadap jalannya pertandingan karena Leeds harus bermain dengan sepuluh pemain sepanjang babak kedua. “Ketika Anda kehilangan satu pemain di lapangan, itu berarti sekitar sepuluh persen perbedaan dalam permainan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa situasi tersebut menjadi kerugian besar bagi timnya, yang mengakhiri pertandingan dengan skor imbang 0-0. “Tentu saja itu menjadi kerugian besar pada babak kedua dan sangat memengaruhi jalannya pertandingan.”
Artikel Tag: Crystal Palace, Leeds United, Daniel Farke, Gabriel Gudmundsson