Kanal

Denmark Tantang Gianni Infantino, Cari Kandidat Alternatif FIFA

Penulis: Fery Andriyansyah
22 Agu 2026, 09:00 WIB

Asosiasi Sepak Bola Denmark cabut dukungan untuk Gianni Infantino jelang pemilihan 2027. (Foto: Leonardo Fernández - FIFA/FIFA via Getty Images)

Berita Sepak Bola: Asosiasi Sepak Bola Denmark (DBU) menyatakan tidak lagi memiliki kepercayaan terhadap Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA. DBU bahkan berjanji bekerja sama dengan UEFA dan asosiasi anggota lainnya untuk mencari kandidat alternatif yang kredibel menjelang pemilihan Presiden FIFA pada Kongres FIFA ke-77 di Rabat, Maroko, 18 Maret 2027.

Keputusan tersebut diumumkan setelah rapat dewan DBU pada Jumat (21/8/2026). Mereka menilai proposal Infantino yang sempat diajukan untuk menjual kepemilikan komersial dalam turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia, telah menimbulkan krisis kepercayaan mendasar terhadap kepemimpinan organisasi sepak bola dunia tersebut.

DBU menegaskan persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya dengan menarik proposal atau menyampaikan permintaan maaf. Asosiasi sepak bola Denmark itu juga mengingatkan bahwa mereka tidak mendukung Gianni Infantino dalam pemilihan Presiden FIFA 2023 dan memastikan tidak akan memberikan dukungan kepadanya pada pemilihan berikutnya.

"Kami senang beberapa federasi kini menarik dukungan mereka. DBU, bersama UEFA dan rekan-rekan internasional kami, akan bekerja memastikan asosiasi anggota dalam pemilihan presiden 2027 memiliki pilihan nyata dan alternatif kredibel," kata DBU dalam pernyataan setelah rapat dewan.

Menurut DBU, kandidat alternatif tersebut diperlukan untuk menyatukan FIFA di berbagai konfederasi sekaligus memulihkan kepercayaan yang telah rusak. Sikap tersebut muncul setelah FIFA meminta maaf kepada asosiasi anggotanya pada awal bulan ini atas kesalahan dalam proses proposal yang akhirnya dibatalkan, tetapi kepemimpinan FIFA tetap menyatakan dukungan kepada Infantino.

"Kepercayaan terhadap Gianni Infantino telah hilang, dan baik penarikan proposal maupun permintaan maaf setelahnya mengenai penanganan proses tersebut tidak mengubah penilaian itu," lanjut DBU. Mereka juga menilai perkembangan selama sepekan terakhir semakin memperkuat keinginan untuk melihat presiden FIFA yang baru.

Infantino sendiri sedang membidik masa jabatan keempat yang akan membuatnya memimpin FIFA hingga 2031. Namun, posisinya menghadapi tekanan setelah sejumlah asosiasi nasional dan pejabat penting menarik dukungan. Beberapa kekuatan regional sepak bola bahkan telah membahas kemungkinan mengajukan mosi tidak percaya terhadap administrator asal Swiss tersebut.

Tekanan terhadap Infantino juga datang dari tiga konfederasi, yakni UEFA, AFC, serta CONCACAF yang menaungi kawasan Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia. Namun, Infantino masih memperoleh dukungan dari Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan sejumlah negara Asia. Negara seperti Argentina dan Meksiko juga masih memberikan dukungan terhadap upayanya mempertahankan jabatan.

Batas waktu pendaftaran calon Presiden FIFA ditetapkan pada 18 November. Sejauh ini, belum ada kandidat lain yang secara resmi menyatakan pencalonan. DBU karena itu ingin menggunakan waktu yang tersedia untuk bekerja bersama UEFA dan asosiasi nasional lainnya guna menghadirkan alternatif yang dapat menantang Infantino dalam pemilihan tahun depan.

DBU juga menyuarakan sikap serupa dengan ancaman boikot yang sebelumnya dikaitkan dengan UEFA. Asosiasi sepak bola Denmark menyatakan tidak akan berpartisipasi dalam turnamen FIFA apabila tidak memperoleh jaminan yang diperlukan bahwa FIFA tidak akan kembali membuka tata kelola dan turnamennya kepada investor swasta.

Sikap DBU menambah tekanan terhadap Infantino menjelang pemilihan Presiden FIFA 2027. Meski masih memiliki dukungan dari sejumlah konfederasi dan asosiasi nasional, penarikan dukungan dari beberapa pihak menunjukkan bahwa kepemimpinan Gianni Infantino menghadapi tantangan politik yang semakin terbuka sebelum proses pemilihan di Rabat digelar.

Artikel Tag: FIFA, Gianni Infantino, Denmark, DBU

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru