Dua Wajah Rekor AC Milan: Kelam di Lapangan, Berjaya Secara Finansial
AC Milan
Berita Liga Italia: Di tengah kekacauan di lapangan, ada 1 angka yang justru membuat AC Milan mencatat rekor musim ini, yakni keuntungan finansial dari penjualan pemain.
Berdasarkan data Calcio e Finanza, keuntungan modal bersih AC Milan dari penjualan pemain musim 2025-26 sudah menembus 101,8 juta Euro, menjadi yang tertinggi dalam sejarah klub dalam 1 musim.
Rekor sebelumnya berdiri sejak musim 2001-02 ketika Rossoneri meraup 78 juta Euro, terutama dari penjualan Francesco Coco dan Umit Davala ke Inter. Angka musim ini melampaui itu jauh, didorong oleh sejumlah penjualan besar.
Malick Thiaw ke Newcastle menjadi penyumbang terbesar dengan keuntungan modal 32 juta Euro, disusul Theo Hernandez ke Al-Hilal sebesar 22,1 juta Euro.
Alex Jimenez yang dijual ke Bournemouth menyumbang 15,5 juta Euro, Lorenzo Colombo ke Genoa 10 juta Euro, Noah Okafor ke Leeds 9,7 juta Euro, Tommaso Pobega ke Bologna 7 juta Euro, dan Yacine Adli ke Al Shabab 5,1 juta Euro.
Total keseluruhan mencapai 101,8 juta Euro dan masih berpotensi bertambah jika buy-out Samuel Chukwueze dari Fulham terpenuhi sebelum akhir musim.
Ironinya sangat mencolok. Di musim yang sama di mana mereka kehilangan pendapatan Liga Champions sekitar 80 juta Euro akibat finis di posisi ke-8 musim lalu, Rossoneri justru mencatat rekor penjualan pemain.
Bagi sebagian besar suporter, angka ini bukan sesuatu yang layak dirayakan, melainkan konfirmasi dari apa yang selama ini mereka tuduhkan, bahwa strategi klub lebih mengutamakan keuntungan finansial daripada ambisi di lapangan.
Artikel Tag: Serie A, AC Milan, Bursa Transfer