Edouard Mendy Sebut Kegagalan Senegal di Piala Dunia 2026 sebagai Alarm
Edouard Mendy minta Senegal berbenah usai tersingkir di Piala Dunia 2026. (Foto: Rich Graessle/Icon Sportswire via Getty Images)
Berita Piala Dunia: Penjaga gawang Senegal, Edouard Mendy, menyebut tersingkirnya timnya pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 sebagai sebuah kegagalan. Singa Teranga mengakhiri langkah setelah kalah 2-3 dari Belgia, meski sempat unggul dua gol pada pertandingan tersebut.
Senegal sebenarnya berhasil melaju ke fase gugur setelah finis sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik dari Grup I. Namun, keunggulan 2-0 atas Belgia gagal dipertahankan hingga akhirnya The Red Devils membalikkan keadaan lewat dua gol Youri Tielemans dan gol kemenangan Romelu Lukaku.
Edouard Mendy sendiri tidak dapat membantu tim hingga akhir pertandingan karena mengalami cedera lutut saat menghadapi Norwegia pada fase grup. Kiper yang pernah membela Chelsea itu mengaku telah berusaha pulih tepat waktu, tetapi mengakui Senegal harus berani menghadapi kenyataan pahit.
"Eliminasi ini adalah sebuah kegagalan. Kami memiliki kualitas untuk melangkah lebih jauh, tetapi kami tidak mampu melakukannya. Saya memberikan segalanya untuk memulihkan cedera dan kembali membantu tim hingga akhir, tetapi itu belum cukup. Sekarang kami harus memiliki keberanian untuk menghadapi kenyataan," ujar Mendy.
Ia menegaskan Senegal membutuhkan evaluasi yang jujur dan menyeluruh jika ingin bersaing di level tertinggi. Menurutnya, kegagalan harus dijadikan pelajaran agar tim nasional dan federasi mampu berkembang pada masa depan.
"Kebenaran yang paling tidak nyaman sering kali menjadi jalan menuju kemajuan terbesar. Jika kami ingin mencapai level tertinggi, kami harus berani mengajukan pertanyaan yang tepat, mengambil keputusan yang tepat, dan meningkatkan standar kami. Senegal pantas memiliki tim dan federasi yang mampu mengubah kegagalan menjadi pelajaran, lalu pelajaran menjadi kemenangan," katanya.
Artikel Tag: Senegal, Piala Dunia 2026, Edouard Mendy