Eks Asisten Ungkap Bedanya Timnas Indonesia Era Luis Milla dan John Herdman
Mantan Pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla bersama sang asisten, Eduardo Perez.
Berita Timnas - Timnas Indonesia mengalami banyak perubahan dalam delapan tahun terakhir. Eduardo Perez, mantan asisten Luis Milla, melihat kondisi skuad Garuda di era John Herdman saat ini jauh berbeda dibanding ketika dirinya menjadi bagian dari tim kepelatihan pada 2017-2018.
Perbedaan kondisi Timnas Indonesia era Luis Milla dan John Herdman menjadi sorotan Eduardo Perez. Mantan asisten pelatih Luis Milla tersebut menilai situasi yang dihadapi skuad Garuda saat ini sudah jauh berbeda dibanding delapan tahun lalu.
Eduardo Perez atau yang akrab disapa Edu merupakan bagian dari tim kepelatihan Luis Milla ketika pelatih asal Spanyol itu menangani Timnas Indonesia pada 2017-2018.
Menurut Edu, salah satu perbedaan paling mencolok adalah situasi sepak bola Indonesia ketika Milla datang. Saat itu, Indonesia baru saja terbebas dari sanksi FIFA yang membuat aktivitas sepak bola nasional sempat terganggu.
Indonesia dijatuhi sanksi FIFA pada 30 Mei 2015 dan baru mendapat pencabutan sanksi pada 13 Mei 2016. Luis Milla kemudian ditunjuk sebagai pelatih pada Januari 2017.
"Saat itu, ingat Indonesia baru saja lepas dari sanksi FIFA," kata Edu kepada awak media.
"Situasinya berbeda, sungguh berbeda. Sudah lama sekali, itu terjadi delapan tahun yang lalu," lanjutnya.
Pada awal masa kepemimpinan Milla, fokus utama bukan langsung membangun Timnas Indonesia senior. Pelatih asal Spanyol itu mendapat tugas menangani Timnas U-23 Indonesia yang dipersiapkan menghadapi Asian Games 2018.
"Saat itu, Tim senior tidak bisa berkompetisi dan kami memulainya dengan Timnas U-23 Indonesia," ujar Edu.
Menariknya, Edu kini bisa melihat perkembangan sejumlah pemain yang pernah menjadi bagian dari generasi tersebut. Banyak di antara mereka yang kemudian mampu bertahan dan berkembang di level tertinggi kompetisi domestik.
"Saya sangat senang melihat banyak pemain dari generasi itu kini bermain di level tertinggi, di Liga 1."
"Tapi situasinya memang berbeda. Berbeda dengan kondisi saat itu," katanya.
Meski membandingkan dua era tersebut, Edu melihat perubahan sepak bola Indonesia dalam delapan tahun terakhir secara positif. Ia menilai perkembangan yang terjadi cukup pesat dan berharap proses tersebut terus berlanjut di bawah kepemimpinan Herdman.
"Dalam delapan tahun ini, menurut saya perkembangan sepak bola Indonesia sangat pesat."
"Tentu saja kami perlu terus berupaya bersama untuk terus berkembang. Semoga Indonesia akan melaju ke Piala Dunia 2030," tutup Edu.
Artikel Tag: Timnas Indonesia, Luis Milla, eduardo perez