Eksperimen 3-4-2-1 Cristian Chivu Tanpa Lautaro Martinez Gagal di Derby
Cristian Chivu
Berita Liga Italia: Analisis SempreMilan menilai formasi 3-4-2-1 Cristian Chivu tanpa Lautaro Martinez membuat Inter Milan kehilangan keunggulan jumlah pemain di lini tengah
Inter Milan menelan kekalahan 1-3 dari Milan di derby dalam kondisi tanpa kapten sekaligus top skor mereka, Lautaro Martinez. Pelatih Cristian Chivu juga disebut sudah memikirkan laga Liga Champions melawan Feyenoord.
Dalam analisis taktik di SempreMilan, Chivu mencoba formasi 3-4-2-1, sistem yang menurut tulisan itu pernah membawanya sukses saat melatih Parma. Sucic dan Diouf bermain di belakang Thuram, sementara Barella dan Calhanoglu menjadi double pivot.
Hasilnya, eksperimen itu dinilai berbalik merugikan. Formasi 3-5-2 yang biasa dipakai Inter memberi kehadiran lebih banyak di tengah dan memungkinkan keunggulan jumlah pemain, terutama ketika Lautaro turun lebih dalam sebagai penghubung.
Sementara itu, Amorim mengubah Milan dari 3-4-2-1 ke 4-4-1-1 untuk menambah kehadiran di sisi lapangan. Karena Inter sangat mengandalkan sayap untuk membangun serangan, Milan sering menciptakan situasi 4 lawan 3 di area tersebut.
Inter sebenarnya sempat menemukan celah lewat rotasi. Barella turun ke tiga bek sehingga Bisseck naik bergabung dengan Diouf dan Spence di kanan, menciptakan situasi 3 lawan 2 melawan Diawara dan Pavlovic.
Di sisi berlawanan, Bastoni naik dan Carlos Augusto bergerak lebih tinggi hingga lahir umpan silang untuk peluang Djed Spence.
Pada akhirnya Chivu memasukkan Dimarco, Bonny, dan 2 gelandang lain lalu beralih ke 3-4-3. Sebelumnya, Fabrizio Biasin di Radio Sportiva menyebut formasi inedit itu sebagai eksperimen yang gagal setelah 7 tahun Inter memakai 3-5-2.
Artikel Tag: Inter Milan, Cristian Chivu, Lautaro Martinez