Kanal

Federasi Laos Desak Investigasi Dugaan Pengaturan Skor di Piala AFF 2026

Penulis: Abdi Ardiansyah
15 Agu 2026, 16:59 WIB

Pemain Timnas Laos diduga terlibat dalam kasus pengaturan skor di laga Piala AFF 2026 (ASEAN Championship)

Berita Timnas - Federasi Sepak Bola Laos (LFF) mengambil langkah serius menyusul munculnya dugaan match fixing dalam perjalanan tim nasional Laos di Piala AFF 2026 (ASEAN Championship). LFF telah meminta pihak kepolisian melakukan investigasi terhadap sejumlah kejanggalan yang terjadi dalam empat pertandingan fase grup.

Permintaan tersebut disampaikan melalui surat resmi kepada Kementerian Keamanan Publik Laos pada 7 Agustus 2026. LFF meminta dugaan manipulasi pertandingan dan skor yang melibatkan pemain tim nasional diperiksa lebih lanjut.

Laos memang menjalani hasil buruk di sepanjang laga Grup B Piala AFF 2026. Mereka kalah 0-5 dari Thailand, kemudian takluk 0-4 dari Malaysia, kalah 1-4 dari Filipina, dan ditundukkan Myanmar dengan skor 2-7.

Selain skor yang mencolok, beberapa kejadian dalam pertandingan turut menjadi perhatian. Viengxay Sydavong tercatat membuat dua gol bunuh diri, masing-masing ketika menghadapi Malaysia dan Filipina.

Masalah disiplin juga muncul. Phetdavanh Somsanith mendapat kartu merah langsung saat menghadapi Thailand dan kembali diusir wasit ketika melawan Filipina. Pada pertandingan terakhir kontra Myanmar, Sayfon Keohanam juga menerima kartu merah langsung.

Salah satu momen yang paling ramai dibicarakan terjadi ketika Laos menghadapi Malaysia. Kiper Keo Souvannasangsgo menjadi sorotan setelah dianggap melakukan kesalahan dalam mengantisipasi tendangan bebas Wan Kuzain pada menit ke-84. Cuplikan tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan memunculkan spekulasi.

Namun belum ada pemain Laos yang dinyatakan terbukti terlibat match fixing. Dalam suratnya, LFF tidak secara terbuka menyatakan pemain tertentu bersalah. Federasi meminta aparat menyelidiki apakah benar terjadi pelanggaran hukum atau manipulasi pertandingan.

Kasus ini mendapat perhatian lebih besar karena Laos memiliki sejarah panjang terkait pengaturan pertandingan. Pada 2022, otoritas sepak bola Laos mengungkap bahwa 45 pemain telah menerima larangan bermain seumur hidup dari FIFA akibat kasus match fixing pada tahun-tahun sebelumnya.

Dengan demikian, dugaan yang muncul dalam Piala AFF 2026 masih menunggu hasil penyelidikan. Belum tepat menyebut pemain Laos terbukti melakukan pengaturan skor sebelum aparat atau otoritas terkait mengeluarkan hasil investigasi resmi.

Artikel Tag: Piala AFF, Malaysia, Timnas Indonesia, laos

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru