Kanal

Gianni Infantino Nilai Hydration Break Bantu Kebangkitan Inggris

Penulis: Fery Andriyansyah
03 Jul 2026, 07:00 WIB

Gianni Infantino bela aturan hydration break di Piala Dunia 2026. (Foto: Carl Recine/Getty Images)

Berita Piala Dunia: Gianni Infantino memberikan pembelaan terhadap aturan hydration break yang diterapkan di Piala Dunia 2026. Presiden FIFA itu menilai kebijakan tersebut membantu Inggris bangkit saat mengalahkan Republik Demokratik Kongo 2-1 pada babak 32 besar, Rabu (1/7/2026) malam WIB di Atlanta Stadium.

Inggris sempat tertinggal sejak menit ketujuh melalui gol Brian Cipenga setelah memanfaatkan umpan Chancel Mbemba. Sebelum hydration break pertama, tim asuhan Thomas Tuchel belum mampu melepaskan satu pun tembakan maupun menyentuh bola di kotak penalti lawan. Setelah jeda tersebut, permainan Inggris berubah hingga akhirnya Harry Kane mencetak dua gol pada 15 menit terakhir untuk membawa The Three Lions lolos ke babak 16 besar.

Berbicara seusai pertandingan, Gianni Infantino menilai hydration break memberikan kesempatan bagi Inggris untuk memperbaiki permainan. "Setelah awal yang intens di kedua babak, Inggris memanfaatkan hydration break dengan baik untuk berkumpul kembali, mengatur ulang organisasi permainan, dan mengambil inisiatif sebelum akhirnya mencetak dua gol pada 15 menit terakhir."

Infantino menegaskan tujuan utama aturan tersebut adalah membantu para pemain dan pelatih selama pertandingan. "Hydration break sangat penting untuk memberi pemain waktu beristirahat selama turnamen, sekaligus memberi setiap pelatih kesempatan khusus dalam setiap pertandingan, bukan hanya bergantung pada kondisi cuaca, untuk berbicara langsung dengan para pemain."

Ia juga memuji jalannya pertandingan di Atlanta. "Secara keseluruhan, ini adalah pertandingan Piala Dunia FIFA yang luar biasa antara dua tim hebat di stadion yang fantastis di Atlanta," ujar Infantino.

Pelatih Inggris Thomas Tuchel sebelumnya juga mengakui memanfaatkan dua hydration break untuk memberikan instruksi langsung kepada para pemainnya. The Three Lions akhirnya membalikkan keadaan dan memastikan kemenangan berkat dua gol Harry Kane pada babak kedua.

Meski demikian, aturan hydration break masih menuai kritik sejak diperkenalkan FIFA. Kebijakan tersebut awalnya diklaim sebagai bagian dari perlindungan kesehatan pemain menghadapi cuaca panas di Amerika Serikat. Namun, penerapannya di seluruh pertandingan, termasuk di stadion berpendingin udara, memunculkan anggapan bahwa aturan tersebut juga membuka ruang iklan tambahan bagi penyiar.

Menanggapi anggapan tersebut, Gianni Infantino membantah adanya motif komersial. Ia menegaskan FIFA tidak memperoleh pendapatan tambahan dari hydration break. "FIFA tidak menerima pendapatan tambahan dari hydration break," tegasnya.

Artikel Tag: Inggris, Gianni Infantino, Piala Dunia, Piala Dunia 2026, Republik Demokratik Kongo

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru