Goncalo Ramos Temukan Kebahagiaan di Milan Setelah Hampir Tinggalkan PSG
Goncalo Ramos Temukan Kebahagiaan di Milan Setelah Hampir Tinggalkan PSG - sumber: (footballitalia)
Berita Liga Italia: Goncalo Ramos tampil gemilang dengan mencetak gol pembuka bagi AC Milan dalam laga Serie A melawan Atalanta BC di Stadio Giuseppe Meazza pada 18 Oktober 2026. Gol ini menjadi bukti nyata bahwa keputusan Ramos untuk hengkang dari Paris Saint-Germain ke Milan adalah langkah yang tepat.
Ramos, penyerang yang menjadi rekrutan termahal dalam sejarah klub, menuturkan bahwa dirinya sudah lama ingin meninggalkan PSG. Musim panas lalu, dengan biaya transfer yang diperkirakan mencapai €80 juta, ia resmi bergabung dengan Milan. Di PSG, di bawah arahan Luis Enrique, Ramos merasa tidak mendapatkan kesempatan bermain yang cukup untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“Keinginan untuk meninggalkan PSG sudah ada sejak Januari, tetapi saat itu situasinya rumit,” ungkap Ramos kepada Canal 11 di Portugal. Ia mengakui bahwa meskipun bersahabat dengan para pemain Portugal di PSG, kurangnya waktu bermain membuatnya ingin mencari tantangan baru. Namun, janji dari Luis Campos untuk membiarkannya pergi di musim panas menjadi titik terang bagi Ramos.
Kepindahannya ke Milan disambut hangat oleh pelatih baru, Ruben Amorim, yang secara personal menghubungi Ramos. “Saya merasa lebih bebas mengekspresikan diri di Milan, dan atmosfernya benar-benar mendukung,” jelas Ramos. Ia menambahkan bahwa bermain lebih sering, baik untuk klub maupun tim nasional, memberikan kebanggaan tersendiri.
Ramos juga menyebut bahwa selama Piala Dunia, ia berkomunikasi dengan Jorge Mendes, yang mengabarkan bahwa Milan tertarik merekrutnya. "Suatu pagi, Jorge Mendes menelepon dan memberitahu bahwa kesepakatan telah tercapai," kenangnya.
Meskipun kini merasa bahagia di Milan, Ramos tidak menutup kemungkinan untuk kembali ke Benfica, tempat ia memulai karirnya, suatu hari nanti setelah petualangannya di klub-klub lain selesai. Dengan semangat dan motivasi yang tinggi, Ramos siap menjadikan AC Milan sebagai panggung untuk menunjukkan kehebatannya di lapangan hijau.