Kanal

Ini Beda Gaya Main STY, Kluivert, dan John Herdman di Timnas Indonesia

Penulis: Abdi Ardiansyah
09 Apr 2026, 15:05 WIB

John Herdman, Pelatih baru Timnas Indonesia

Berita Timnas: Perbedaan gaya bermain Timnas Indonesia di bawah tiga pelatih menjadi sorotan. Pengamat sepak bola nasional, Binder Singh, menilai pendekatan John Herdman membawa perubahan yang lebih efektif.

Perjalanan Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir tidak lepas dari perubahan gaya bermain seiring pergantian pelatih. Bung Binder Singh mencoba mengulas perbedaan pendekatan yang diterapkan oleh Patrick Kluivert, Shin Tae-yong, dan John Herdman.

Menurut Binder, Patrick Kluivert mengusung filosofi permainan menyerang dengan tempo tinggi. Ia menekankan pergerakan bola cepat ke depan untuk menciptakan tekanan ke pertahanan lawan. Namun konsep tersebut dinilai belum sepenuhnya cocok dengan karakter pemain Indonesia.

"Secara konsep tidak salah, tapi apakah pemain kita mampu bermain dengan tempo tinggi dan menjaga jarak antarpemain tetap ideal?" ujar Binder.

Masalah utama yang muncul adalah jarak antarpemain yang kurang terjaga serta permainan yang terlalu terburu-buru. Hal ini membuat serangan Timnas Indonesia sering tidak efektif dan mudah dipatahkan lawan.

Berbeda dengan Kluivert, Binder melihat pendekatan John Herdman lebih fleksibel dan terstruktur. Ia menilai para pemain kini tampil lebih tenang, dengan jarak antarpemain yang lebih rapat serta aliran bola yang tidak tergesa-gesa.

Dalam fase pembangunan serangan, Herdman kerap mengandalkan tiga bek tengah dengan dukungan pemain sayap yang membantu pertahanan. Pola ini dinilai membuat tim lebih seimbang antara menyerang dan bertahan.

"Sekarang pemain tidak bermain di bawah tekanan. Mereka lebih nyaman dengan skema yang ada," jelasnya.

Sementara itu, gaya khas Shin Tae-yong masih meninggalkan jejak yang cukup kuat. Timnas Indonesia pada era tersebut dikenal dengan pressing tinggi, intensitas permainan yang agresif, serta pendekatan reaktif saat menghadapi lawan kuat.

"Shin Tae-yong menekankan pressing ketat. Begitu lawan pegang bola, langsung ditekan untuk merebut kembali penguasaan," kata Binder.

Menurutnya, pendekatan tersebut sangat efektif karena didukung oleh energi para pemain muda yang menjadi tulang punggung tim saat itu. Meski demikian, membangun chemistry menjadi tantangan tersendiri di awal kepemimpinan Shin.

Kini di bawah Herdman, Timnas Indonesia dinilai mulai menemukan keseimbangan. Kombinasi antara disiplin taktik, fleksibilitas, dan pengalaman pemain membuat permainan tim terlihat lebih matang.

Hasil di FIFA Series 2026 menjadi gambaran awal yang cukup menjanjikan. Timnas Indonesia meraih kemenangan besar atas Saint Kitts and Nevis sebelum harus mengakui keunggulan Bulgaria.

Binder menilai Herdman memahami kebutuhan tim dengan baik. Ia disebut mampu mempelajari kelebihan dan kekurangan dari era sebelumnya untuk membentuk sistem yang lebih sesuai.

"Saya melihat pemain menikmati permainan. Itu tanda mereka nyaman dengan sistem yang ada," pungkasnya.

Artikel Tag: Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, Shin Tae-Yong, John Herdman

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru