Inter Menyesal, Tapi Torino Bangkit dan Nyaris Ciptakan Bencana
Inter Menyesal, Tapi Torino Bangkit dan Nyaris Ciptakan Bencana - sumber: (footballitalia)
Berita Liga Italia kembali memanas setelah FC Internazionale Milano harus puas dengan hasil imbang 2-2 melawan Torino di Stadio Olimpico. Meski unggul lebih dulu, skuad asuhan Cristian Chivu harus rela berbagi poin setelah Torino bangkit dan menahan laju Nerazzurri.
Cristian Chivu, pelatih Inter, mengungkapkan rasa penyesalannya atas hasil tersebut. "Kami sebenarnya sudah mengendalikan permainan, namun tekanan di menit-menit akhir dari Torino membuat kami kehilangan poin," ujar Chivu. Sebelumnya, Inter tampil gemilang dengan kemenangan 3-2 atas Como di semifinal Coppa Italia, yang membawa mereka ke partai final melawan Lazio pada 13 Mei nanti.
Dalam laga melawan Torino, Federico Dimarco memberikan dua assist untuk gol Marcus Thuram dan Yann Bisseck. Namun, gol balasan dari Giovanni Simeone dan penalti dari Nikola Vlasic karena handball Carlos Augusto merubah segalanya, menyebabkan keunggulan Inter di puncak klasemen terpangkas menjadi 10 poin.
Suasana di Liga Italia semakin menarik dengan kabar bahwa Gianluca Rocchi, penunjuk wasit, sedang dalam penyelidikan formal atas dugaan kecurangan olahraga. Tuduhan tersebut mencakup pemilihan wasit yang diduga menguntungkan Inter, seperti mendukung Andrea Colombo daripada Daniele Doveri dalam perebutan gelar Serie A musim lalu.
Meskipun menghadapi situasi yang menegangkan, Chivu tetap fokus pada perannya sebagai pelatih. "Saya bertanggung jawab penuh atas hasil ini. Kami memerlukan tiga poin dan ingin memastikan gelar secepat mungkin," tegasnya. Beberapa pemain kunci seperti Hakan Calhanoglu dan Alessandro Bastoni tidak tampil, sementara Denzel Dumfries memulai dari bangku cadangan dan Lautaro Martinez masih cedera.
Inter berpeluang mengunci gelar Serie A minggu depan jika berhasil mengalahkan Parma, mantan tim Chivu, di San Siro. Meski menghadapi mantan klub, Chivu menekankan bahwa fokus utamanya adalah pada tugas dan tanggung jawabnya sebagai pelatih. "Ini adalah impian kami yang dimulai sembilan bulan lalu. Saya harus memastikan tim memiliki motivasi dan sikap yang tepat," pungkas Chivu.
Artikel Tag: Inter Milan, Cristian Chivu