Inter Tampil Lebih Agresif, Kolarov Klaim Dominasi Atas Bologna
Inter Tampil Lebih Agresif, Kolarov Klaim Dominasi Atas Bologna - sumber: (footballitalia)
Berita Liga Italia: Dalam laga Serie A yang berlangsung sengit di Stadio Renato Dall’Ara, FC Internazionale Milano berhasil bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Bologna FC dengan skor 3-1 pada 17 Oktober 2026. Meskipun Cristian Chivu kehilangan suaranya di pinggir lapangan, Aleksandar Kolarov, asisten pelatih Inter, menegaskan bahwa skuadnya berusaha lebih agresif, meski taktik serupa belum efektif di kompetisi Eropa.
Inter kembali menghadapi tantangan di Serie A setelah Tommaso Pobega membuka keunggulan untuk Bologna. Namun, semangat juang Nerazzurri tidak surut. Marcus Thuram berhasil menyamakan kedudukan tepat sebelum turun minum. Masuknya pemain pengganti seperti Carlos Augusto dan Ange-Yoan Bonny memberikan angin segar dan membawa Inter membalikkan keadaan, memastikan kemenangan dengan skor 3-1.
Kolarov, yang mengambil alih tugas wawancara karena Chivu tak bisa bersuara, menyampaikan kepada media bahwa meskipun Bologna tampil lebih segar, Inter tidak menggunakan itu sebagai alasan. "Bologna tampil baik di babak pertama, tetapi kami percaya diri dan mendominasi setelah jeda," ungkap Kolarov dengan nada optimis.
Carlos Augusto tampil gemilang sebagai pemain pengganti, mencetak gol dan memberikan assist, yang membuatnya dinobatkan sebagai Man of the Match. Kolarov menyanjung kontribusi Augusto, menegaskan bahwa dedikasinya dalam latihan tidak pernah mengecewakan.
Kemenangan ini amat penting bagi Inter, mengingat kekalahan mengejutkan 4-3 dari Club Brugge di Liga Champions yang membuat mereka tanpa poin setelah dua pertandingan. Pertemuan dengan Shakhtar Donetsk di San Siro pekan depan menjadi krusial untuk menjaga asa di kompetisi Eropa.
"Kami butuh intensitas lebih di Liga Champions, baik dalam menyerang maupun merebut bola," lanjut Kolarov, mengakui tantangan yang dihadapi timnya. Meski sempat menghadapi masalah, Kolarov yakin akan kemampuan tim untuk bangkit dan bersiap menghadapi laga-laga selanjutnya dengan lebih agresif dibanding musim lalu.
Musim lalu, Inter tersingkir lebih awal di play-off Liga Champions melawan Bodo/Glimt, meski sebelumnya mampu mencapai dua final dalam tiga tahun. "Kami tak perlu membuktikan apapun kepada siapapun kecuali diri kami sendiri. Kami ingin lebih intens, baik dengan maupun tanpa bola, dan itu harus dimulai dari lini pertahanan," tegas Kolarov, memotivasi skuadnya menjelang pertandingan-pertandingan penting mendatang.