Jesse Marsch Berduka atas Cedera Parah Ismael Kone
Jesse Marsch tetap bangga usai Kanada cetak kemenangan bersejarah. (Foto: Alex Grimm/Getty Images)
Berita Piala Dunia: Kanada asuhan Jesse Marsch mencatat kemenangan terbesar dalam sejarah mereka di Piala Dunia 2026 setelah menghancurkan Qatar 6-0 pada Jumat (19/6/2026) pagi WIB. Namun keberhasilan yang membawa mereka ke puncak Grup B itu dibayangi kabar buruk setelah gelandang Ismael Kone mengalami patah kaki dan harus menjalani operasi.
Cedera mengerikan tersebut terjadi pada menit ke-55 setelah Ismael Kone mendapat tekel dari pemain Qatar, Assim Madibo. Reaksi para pemain di lapangan langsung menunjukkan bahwa situasinya sangat serius. Kone harus ditandu keluar lapangan sambil mendapatkan oksigen dan obat pereda nyeri setelah menjalani perawatan cukup lama.
Pelatih Kanada, Jesse Marsch, mengaku seluruh tim terpukul melihat kondisi pemain yang dianggap sebagai salah satu sosok penting di ruang ganti. "Dia sekarang berada di rumah sakit dan sedang mempersiapkan operasi. Kejadiannya tepat di depan bangku cadangan dan kami semua mendengarnya. Hati kami benar-benar tertuju kepadanya dan semua orang terguncang oleh kejadian ini karena cedera tersebut sangat serius dan Ismael adalah bagian besar dari jiwa tim kami," ujar Marsch.
Marsch menegaskan kehilangan Ismael Kone akan menjadi pukulan besar bagi Kanada. Menurutnya, pemain berusia 24 tahun itu tampil luar biasa sepanjang dua pertandingan pertama dan memiliki pengaruh yang jauh lebih besar daripada sekadar kontribusi di lapangan.
Meski berada dalam rasa sakit, Kone tetap menunjukkan sikap positif yang membuat seluruh tim tersentuh. "Ini akan menjadi kehilangan besar bagi kami. Dia bermain luar biasa dalam dua pertandingan terakhir. Namun dia masih melambaikan tangan kepada penonton dan membuat semua orang merasa lebih tenang dengan situasinya. Itu menunjukkan siapa Ismael sebagai pribadi dan juga menggambarkan karakter tim kami," ujar Marsch.
Jesse Marsch kemudian menjelaskan bagaimana para pemain berusaha mengatasi guncangan emosional akibat insiden tersebut. Ia mengakui suasana tim sempat sangat berat, tetapi para pemain berhasil mempertahankan fokus hingga peluit akhir berbunyi.
"Semua orang sangat terpukul ketika itu terjadi, tetapi kami harus menemukan cara untuk tetap fokus. Kami sangat bangga dengan siapa kami dan apa yang kami miliki sebagai tim, dan itu terlihat hari ini," kata Marsch.
Insiden tersebut juga memunculkan momen yang mendapat apresiasi dari kubu Kanada. Setelah pertandingan berakhir, Madibo disebut mendatangi ruang ganti Kanada untuk meminta maaf secara langsung kepada Kone atas tekel yang berujung cedera parah tersebut.
Marsch tidak menyalahkan pemain Qatar itu dan percaya insiden tersebut terjadi tanpa unsur kesengajaan. "Izinkan saya menjelaskan dengan jelas, pemain itu datang ke ruang ganti dan meminta maaf kepada Ismael. Ismael kemudian menyampaikan hal itu kepada tim. Saya tidak berpikir dia berniat melakukan tekel seburuk itu atau menyebabkan situasi seperti ini. Saya tidak menyalahkannya."
Di tengah suasana emosional tersebut, Kanada tetap mencatat sejarah. Kemenangan atas Qatar menjadi kemenangan pertama mereka sepanjang keikutsertaan di putaran final Piala Dunia dan membuat mereka berada di posisi teratas Grup B berkat keunggulan selisih gol atas Swiss.
Marsch menilai pencapaian itu memiliki arti besar bagi sepak bola Kanada dan masyarakat di negaranya. "Tidak ada warga Kanada yang akan melupakan hari ini. Akan ada 40 juta orang yang mengatakan mereka menjadi bagian dari momen ini. Ini adalah momen penting yang menunjukkan bakat, mentalitas, hasrat, dan banyak hal yang membuat negara ini istimewa."
Meski bangga dengan pencapaian tersebut, Marsch menegaskan fokus tim kini beralih ke laga terakhir fase grup melawan Swiss pada Kamis (25/6/2026) dini hari WIB. Hasil imbang sudah cukup untuk memastikan Kanada finis sebagai juara Grup B dan kembali bermain di Vancouver pada fase berikutnya.
Pelatih berusia 52 tahun itu juga menegaskan kemenangan bersejarah ini tidak akan membuat timnya cepat puas. "Saya sangat bangga dengan apa yang telah kami capai dan ini adalah momen yang akan selalu dikenang banyak orang. Namun momen ini akan mendorong kami untuk melakukan segala yang kami bisa demi memenangkan grup dan melangkah sejauh mungkin di turnamen ini," tutur Marsch.
Artikel Tag: Qatar, Piala Dunia, Kanada, Piala Dunia 2026, Jesse Marsch, Ismael Kone