Jose Mourinho Ungkap Misi Balas Dendam kepada Roman Abramovich
Jose Mourinho mengaku duel Inter Milan kontra Chelsea terasa personal. (Foto: Phil Cole/Getty Images)
Berita Sepak Bola: Jose Mourinho mengaku pertandingan Inter Milan melawan Chelsea di Liga Champions 2009/10 memiliki makna personal baginya. Pelatih asal Portugal itu mengatakan dirinya tidak sekadar menghadapi mantan klub, tetapi ingin membalas perlakuan Roman Abramovich yang memecatnya dari Stamford Bridge beberapa tahun sebelumnya.
Jose Mourinho datang ke Chelsea dari Porto pada 2004 dan langsung membawa perubahan besar. Ia memenangkan dua gelar Premier League, satu Piala FA dan dua Piala Liga dalam periode pertamanya di Stamford Bridge. Namun, hubungan Mourinho dengan Abramovich memburuk hingga akhirnya sang pelatih dipecat pada 2007.
Tiga tahun kemudian, Mourinho mendapat kesempatan menghadapi Chelsea setelah Inter Milan bertemu klub London tersebut di babak 16 besar Liga Champions. Inter memenangkan leg pertama dengan skor 2-1 di Italia, sebelum Mourinho kembali ke Stamford Bridge untuk pertama kalinya sebagai lawan.
Dalam dokumenter Netflix terbaru mengenai perjalanan kariernya, Mourinho mengungkapkan bahwa dirinya saat itu merasa sedang berhadapan langsung dengan Abramovich. "Sejujurnya, saya bermain melawan Roman dalam pertandingan itu. Saya tidak bermain melawan Chelsea. Saya tidak bermain melawan para pemain. Saya bermain melawannya," ujar Mourinho.
Mourinho juga mengakui bahwa kemenangan atas mantan klubnya memberikan kepuasan tersendiri. "Pertandingan itu bagi saya sangat indah. Saya bermain melawan orang yang memecat saya. Rasanya menyenangkan," katanya.
Inter kemudian memenangkan leg kedua dengan skor 1-0 di London dan melaju ke perempat final. Mourinho akhirnya membawa Nerazzurri menjuarai Liga Champions pada musim tersebut, sekaligus meraih trofi kompetisi itu untuk kedua kalinya setelah sebelumnya mengangkatnya bersama Porto pada 2004.
Mourinho mengaku menikmati hasil tersebut karena memahami betapa besar kecintaan Abramovich terhadap The Blues dan keinginannya untuk menang. "Saya pulang dengan bahagia dan dia pulang dengan kecewa, karena saya tahu betapa dia mencintai Chelsea dan betapa dia suka menang," kata Mourinho.
"Saya membutuhkan balas dendam. Karena sepak bola adalah milik orang-orang seperti saya. Yang lainnya adalah orang luar yang sebenarnya tidak termasuk di dalamnya," lanjutnya.
Mourinho kemudian menegaskan pandangannya mengenai siapa yang benar-benar memiliki sepak bola. Menurutnya, olahraga tersebut pada akhirnya menjadi milik pemain, pelatih dan suporter yang menjalani serta mencintainya.
"Sepak bola milik para pemain, milik para pelatih, milik para penggemar. Sepak bola akan selalu menjadi milik kami," tegas Jose Mourinho.
Hubungan Mourinho dengan Chelsea sendiri sempat kembali membaik. Ia kembali ke Stamford Bridge pada 2014 dan berhasil mempersembahkan gelar Premier League ketiganya. Namun, periode keduanya berakhir pada musim berikutnya setelah The Blues mengalami rangkaian hasil buruk yang membuat Mourinho kembali meninggalkan klub.
Artikel Tag: Chelsea, Inter Milan, Jose Mourinho, Roman Abramovich