Juventus dalam Tren Buruk, Damien Comolli Beri Respons
Juventus disingkirkan Galatasaray (Image: Juventus)
Berita Liga Champions: CEO Juventus, Damien Comolli, menyadari tekanan yang dihadapi oleh timnya ketika berada dalam krisis, namun keadaan seakan membaik setelah laga kontra Galatasaray.
Juventus Tunjuk Pemain untuk Gantikan Spalletti di Konferensi Pers Jelang Laga Kontra Roma
I Bianconeri menjamu Galatasaray di Allianz Stadium, Turin pada Kamis (26/2) dini hari WIB dengan dihadapkan tugas berat karena telah kalah 2-5 dari leg pertama playoff 16 besar Liga Champions. Namun, gol penalti Manuel Locatelli di menit ke-37 telah membawakan angin segar.
Juventus kehilangan Lloyd Kelly di menit ke-48, namun justru mampu mencetak dua gol lagi dan menyamakan agregat menjadi 5-5 melalui Federico Gatti (70') dan Weston McKennie (82').
Sayangnya, tim asuhan Luciano Spalletti sudah terlalu kelelahan dengan 10 pemain di babak kedua hingga kebobolan oleh Victor Osimhen dan Baris Yilmaz. Mereka pun tersingkir karena kalah 5-7 secara agregat.
Meski gagal lolos, hasil ini mengakhiri rangkaian lima laga beruntun tanpa kemenangan, dengan empat di antaranya adalah kekalahan.
CEO Damien Comolli menyadari bahwa Juve dianggap berada dalam krisis setelah laga kontra Como pada akhir pekan, namun mendadak memiliki harapan setelah menghadapi Galatasaray.
"Jika Anda kalah dalam pertandingan, jika Anda bermain imbang di kandang, itu adalah krisis. Kami juga kalah pada hari Selasa dan Sabtu," kata Comolli, dilansir Calcio e Finanza.
"Como datang ke Stadion Allianz dan membuat kami berlari bolak-balik, menghancurkan kami. Jadi pada Sabtu malam, manajemen harus dipecat, kami harus membeli 11 pemain baru selama jendela transfer," tambahnya.
"Dan kemudian tadi malam, setelah pertandingan, kami memiliki tim yang hebat, sangat kompetitif, dan ada harapan. Jadi Anda harus terus-menerus menyeimbangkan hal itu."
Artikel Tag: Juventus, Galatasaray, Damien Comolli